Skip to main content

Review: Bellamia

Bellamia Bellamia by Ika Vihara
My rating: 4 of 5 stars

Baru ingat kalau belum menandai kapan selelsai baca buku ini.

Oke, saya baru baca buku ini di wattpad, waktuitu udah sepaham sama Amia kalau kita seenggaknya harus tampil rapi di kantor. Bukan buat orang lain, tapi untuk diri kita sendiri. Amia itu duh ya emang nggak menghayal banget, Amia itu realistis sama dunia nyata, beberapa pahamnya sama kaya pemahaman saya tentang bla bla blah.


Setuju sama Amia, kisah cinta di kantor itu kayanya nggak ada untungnya kecuali ketemu tiap hari! boo saya juga ogah punya pacar sekantor yang tau bagaimana kita watu rajin, males, cantik, males dandan atau parahnya kalau lagi bad mood. Ogah.

Tapi kalau atasan macam Gavin? Tentu saja pasti saya bakal bilang "kenikmatan mana lagi yang kau dustakan?" embat lah kalu semacam Gavin. Atau gerombol berat juga boleh. Asal nggak diduakan sama kerjaan sama mereka yang kalau udah ngeliat komputer kek liat Channing Tatum, bakal bikin kenyang seharian.

Gavinnnn! oh saya harus menandai buat baca kamu lagi nanti.

Cerita tentang kisah cinta dalam satu kantor, kepercayaan, ketidak percayaan Amia tentang statusnya yang hanya anak angkat, tentang bagaiman cinta akan berdampak besar pada pekerjaanmu, semuanya diceritakan dengan baik sama Mbak Ika, sampai kalau ada waktu dan lagi kangen sama Gavin, nggak akan bosen.

Udah review singkatnya, cukup sekian dan terima kasih.

Ciawww Mbak Ika, sampai ketemu di bukumu selanjutnyaaa! XOXO

View all my reviews

Comments

Popular posts from this blog

2. Tempat Terjauh

Tulisan ini dibuat untuk diikut sertakan dalam #WritingChallenge yang diadakan Kampus Fiksi dan BasaBasi Store hari kedua (12 Maret 2017) "Jika suatu hari setelah kamu mencapai semua yang kamu inginkan, mendapat semua hal yang kamu butuhkan, kemana tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanyanya saat saya baru saja duduk di sebelahnya dengan sepiring kue cokelat. "Aku?" saya bertanya lagi. Dia mengangguk, memutar bola dunianya. "Aku rasa kamu memiliki berbagai tempat yang ingin kamu kunjungi." "Paris?" ujarku. "Semua wanita juga ingin ke Paris, yang lain lah." "New York?"  "Ngapain ke sana? Mau cari bule bermata biru?" Saya tertawa "Mungkin." "Jadi? Mau kemana?" Saya menarik bola dunia dari jangkauannya, mencari kepulauan Maladewa, dan tersenyum puas ketika menemukannya. "Vaddho, wilayah Maladewa." "Di pantai? Kamu bisa menemukannya di penju...

Menggantung impian - 3

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti #WritingChallenge yang diadakan Kmpus fiksi hari ketiga (20 januari 2017) Aku tahu, tidak semua mimpi bisa tercapai, aku juga tahu, seringkali kenyataan mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tapi tidak salah kan kita bermimpi? "Lagi mikir apa?"tanyanya yang baru datang dari kamar kecil di ballroom ini. Aku menggeleng, lalu tersenyum padanya, "Kamu kok ganteng banget sih malam ini? Mau ketemu mantan ya?" godaku. "Nggak lah, kan buat nemenin kamu ke kondangan, kamu kali yang ketemu mantan kamu." Aku terkekeh, "Iya, dia kok tambah ganteng ya setelah putus dari aku?" Kulihat dia mendecak, "Mau bahas mantan ini jadinya?" "Terserah kamu, aku oke aja." candaku. "Iya iya, yang mantannya seganteng Rio Dewanto." Aku pura-pura mengangguk antusias "Kenapa ya aku dulu lebih milih kamu daripada dia?" "Kamu lagi migren dulu kali, maka...

Apa yang baru?

Surabaya, 27 Agustus 2020 Sudah beberapa waktu blog ini tidak terurus, dan saya berpikir "ini mau diapakan?"  Akhirnya hari ini saya obrak-abrik, pilih tema yang simpel tapi tetap cantik menurut saya, dan akhirnya jadi seperti ini; tenang, pastel dan tidak terlalu banyak warna.  Selamat datang kembali! xoxo, Inggridtyas