Skip to main content

Review: Potret

Potret Potret by Aditia Yudis
My rating: 4 of 5 stars

Ini adalah buku fisik pertama dari tante Adit yang saya baca *maafkeun* . Bermula dari silent reader buku ini di Storial.co saya mulai mengenal Saddam dan Tatyana, si tokoh utama, dan terus mengikutinya sampai akhirnya naik cetak serta berniat untuk pre order. Bukan hanya karena jatuh cinta sama Saddam dan Om Har , tapi juga karena buku ini menceritakan kisah cinta walaupun bukan tentang cinta.

Saddam, duh ribet juga kalau ketemu Saddam, apalagi sama keluarganya, tapi yah begitulah keluarga Suryakanta. Misteri tentang Saddam adalah misteri yang buat kita pengen memecahkannya demi mendapatkan Saddam yang seutuhnya*apalah*

Tatyana, saya pengen kasih nama anak saya nanti Tatyana ah! boleh kan Tante Adit? Tatyana suka banget warna turqouise di rambutnya *yang bikin iri* bagaimana dia bisa menghadapi semua misteri kelyuarga Suryakanta dengan (agak) tenang dan berani itu yang bikin agak tenang bacanya.

Mungkin ini adalah sedikit kelemahan dari cerita yang ditulis di platform online ketika naik cetak : kita udah ngerti alur ceritanya, jadi rasanya sudah tahu, nggak ada hal yang mengagetkan lagi. Tapi buku ini layak buat dibaca, ada beberapa hal di storial nggak begitu ngerti akhirnya jadi paham setelah bcaca buku cetaknya.

Btw Tante Adit, boleh request lagu? siapa tahu ada anak Suryakanta yang mau nyanyiin. Ha ha ha.

Buku ini sekaligus buku terakhir yang jadi penutup bacaan saya di 2017.
Terima Kasih buat kisah Saddam dan Tatyana Tante!
xoxo.

View all my reviews

Comments

Popular posts from this blog

2. Tempat Terjauh

Tulisan ini dibuat untuk diikut sertakan dalam #WritingChallenge yang diadakan Kampus Fiksi dan BasaBasi Store hari kedua (12 Maret 2017) "Jika suatu hari setelah kamu mencapai semua yang kamu inginkan, mendapat semua hal yang kamu butuhkan, kemana tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanyanya saat saya baru saja duduk di sebelahnya dengan sepiring kue cokelat. "Aku?" saya bertanya lagi. Dia mengangguk, memutar bola dunianya. "Aku rasa kamu memiliki berbagai tempat yang ingin kamu kunjungi." "Paris?" ujarku. "Semua wanita juga ingin ke Paris, yang lain lah." "New York?"  "Ngapain ke sana? Mau cari bule bermata biru?" Saya tertawa "Mungkin." "Jadi? Mau kemana?" Saya menarik bola dunia dari jangkauannya, mencari kepulauan Maladewa, dan tersenyum puas ketika menemukannya. "Vaddho, wilayah Maladewa." "Di pantai? Kamu bisa menemukannya di penju...

Menggantung impian - 3

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti #WritingChallenge yang diadakan Kmpus fiksi hari ketiga (20 januari 2017) Aku tahu, tidak semua mimpi bisa tercapai, aku juga tahu, seringkali kenyataan mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tapi tidak salah kan kita bermimpi? "Lagi mikir apa?"tanyanya yang baru datang dari kamar kecil di ballroom ini. Aku menggeleng, lalu tersenyum padanya, "Kamu kok ganteng banget sih malam ini? Mau ketemu mantan ya?" godaku. "Nggak lah, kan buat nemenin kamu ke kondangan, kamu kali yang ketemu mantan kamu." Aku terkekeh, "Iya, dia kok tambah ganteng ya setelah putus dari aku?" Kulihat dia mendecak, "Mau bahas mantan ini jadinya?" "Terserah kamu, aku oke aja." candaku. "Iya iya, yang mantannya seganteng Rio Dewanto." Aku pura-pura mengangguk antusias "Kenapa ya aku dulu lebih milih kamu daripada dia?" "Kamu lagi migren dulu kali, maka...

Apa yang baru?

Surabaya, 27 Agustus 2020 Sudah beberapa waktu blog ini tidak terurus, dan saya berpikir "ini mau diapakan?"  Akhirnya hari ini saya obrak-abrik, pilih tema yang simpel tapi tetap cantik menurut saya, dan akhirnya jadi seperti ini; tenang, pastel dan tidak terlalu banyak warna.  Selamat datang kembali! xoxo, Inggridtyas