Skip to main content

Review: Aroma Karsa

Aroma Karsa Aroma Karsa by Dee Lestari
My rating: 5 of 5 stars

Sudah menamatkan buku ini lebih dari dua minggu, memilih menulis resensi ini setelah benar-benar sembuh dari maboknya buku ini, mungkin ini ulasan yang sudah banyak dibaca orang lain, entah mengapa banyak orang yang memilih jatuh cinta dengan cara Ibu Suri menceritakan aroma, dari Bantar Gebang hingga ke kiblatnya industri parfum dunia.

Aroma Karsa membuat kita sadar (atau cuma saya) bahwa aroma itu luas, sama sepeti lautan yang menyembunyikan segala keindahan dan daya pikatnya.

Di awal buku, kita diberi pelajaran tentang sejarah kehidupan Raras, lalu beralih ke kehidupan Jati, membuat kita teliti tentang apa yang akan 'disebar' oleh ibu suri di bagian selanjutnya.

Pertengahan buku kita mulai dibawa hanyut kisah Jati-Suma-Raras, tentang pertikaian Suma-Raras, penlakan Suma pada Jati, hingga kehidupan Raras yang benar-benar dibawah kendali Ibunya.

Lalu...
Duar! Bagian akhir yang meleset dari apa yang ada di pikiran saya, bagaiman kisah Jati dan Raras sebenarnya, hingga negeri yang membuat kita 'terperangah'. Belum lagi petualangan mereka di Alas Kalingga.

Jujur saja, saya nggak belum menemukan buku yang membuat saya mabok dua hari, tidak ingin berpisah dengan kisah jati.

Udah, saya mau nulis resensi versi panjang di blog.
btw, SAYA MAU LANJUTANNYA AROMA KARSA IBU SURI!

XOXO, Inggridtyas.


View all my reviews

Comments

Popular posts from this blog

2. Tempat Terjauh

Tulisan ini dibuat untuk diikut sertakan dalam #WritingChallenge yang diadakan Kampus Fiksi dan BasaBasi Store hari kedua (12 Maret 2017) "Jika suatu hari setelah kamu mencapai semua yang kamu inginkan, mendapat semua hal yang kamu butuhkan, kemana tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanyanya saat saya baru saja duduk di sebelahnya dengan sepiring kue cokelat. "Aku?" saya bertanya lagi. Dia mengangguk, memutar bola dunianya. "Aku rasa kamu memiliki berbagai tempat yang ingin kamu kunjungi." "Paris?" ujarku. "Semua wanita juga ingin ke Paris, yang lain lah." "New York?"  "Ngapain ke sana? Mau cari bule bermata biru?" Saya tertawa "Mungkin." "Jadi? Mau kemana?" Saya menarik bola dunia dari jangkauannya, mencari kepulauan Maladewa, dan tersenyum puas ketika menemukannya. "Vaddho, wilayah Maladewa." "Di pantai? Kamu bisa menemukannya di penju...

Menggantung impian - 3

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti #WritingChallenge yang diadakan Kmpus fiksi hari ketiga (20 januari 2017) Aku tahu, tidak semua mimpi bisa tercapai, aku juga tahu, seringkali kenyataan mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tapi tidak salah kan kita bermimpi? "Lagi mikir apa?"tanyanya yang baru datang dari kamar kecil di ballroom ini. Aku menggeleng, lalu tersenyum padanya, "Kamu kok ganteng banget sih malam ini? Mau ketemu mantan ya?" godaku. "Nggak lah, kan buat nemenin kamu ke kondangan, kamu kali yang ketemu mantan kamu." Aku terkekeh, "Iya, dia kok tambah ganteng ya setelah putus dari aku?" Kulihat dia mendecak, "Mau bahas mantan ini jadinya?" "Terserah kamu, aku oke aja." candaku. "Iya iya, yang mantannya seganteng Rio Dewanto." Aku pura-pura mengangguk antusias "Kenapa ya aku dulu lebih milih kamu daripada dia?" "Kamu lagi migren dulu kali, maka...

Apa yang baru?

Surabaya, 27 Agustus 2020 Sudah beberapa waktu blog ini tidak terurus, dan saya berpikir "ini mau diapakan?"  Akhirnya hari ini saya obrak-abrik, pilih tema yang simpel tapi tetap cantik menurut saya, dan akhirnya jadi seperti ini; tenang, pastel dan tidak terlalu banyak warna.  Selamat datang kembali! xoxo, Inggridtyas