Semua Dok Gambar : KBS 2 TV, Korea Selatan
Di sebuah padang berumput, kumpulan tentara khusus hendak melakukan penyergapan dan pengintaian. Mereka bersenjata lengkap dengan lampu sorot perang mereka. Para anggota pasukan khusus itu sedang menjalani wilayah zona demiliterisasi Korea dengan radius jangkauan sekitar 680 M. Kemudian para petinggi militer korea selatan mengadakan pertemuan khusus. Komandan rapat,”Pada sekitar 1 hingga 20, tiga anggota pasukan khusus Korea Utara, yang menyebrangi wilayah demarkasi militer zona demilitarisasi , mengalami kontak sejata dengan devisi militer kita. Menyandera dua dari prajurit kita yang sedang ditawan”.Para pimpinan militer itu membahas tentang pengiriman pasukan khusus Korea Selatan untuk membebaskan sandera dua anggota personil militer korea selatan di wilayah demilitarisasi korea. Salah seorang pimpinan rapat marah, dia wakil dari bidang pemerintahan sipil, Pimpinan,”dengan mengirimkan 2 anggota pasukan khusus, apakah kamu mencoba memulai perang yang baru ?”.
Kemudian letnan jenderal Yoon (diperankan oleh Kang Shin-Il) menjelaskan ke pihak pemerintah sipil. Letjen Yoon mengatakan tindakan itu dilakukannya untuk memprovokasi sebuah penghasutan. Letjen Yoon menerangkan dalam wilayah demilitarisasi, pihak yang melakukan penembakan duluan adalah pihak yang melakukan pelanggaran dalam perjanjian genjatan senjata Internasional.
Lebih lanjut, Letjen Yoon menjelaskan tindakan militer korea selatan kali disengaja untuk memberikan bantuan militer kepada pasukan korea selatan yang ditawan sama pihak Korut. Pada penyelesaian akhir misi itu, pihak tentara Korea Selatan bisa mendapat kartu negosiasi dalam pakta perjanjian internasional. Sementara itu, pihak komandan pasukan khusus serta asistennya yakni Yoo Shi-Jin (diperankan oleh Song Joong-Ki), serta Seo Dae-Young (diperankan oleh Jin Goo) sedang melakukan tugas negara mereka di wilayah demiliterasi ini.
Dalam tugas demiliteritaasi ini, Letjen Yoon menjelaskan ke pihak pemerintah sipil bahwa timnya sudah mengirimkan detasemen khusus dengan nama pasukan yakni Tim Spesial Alpha. Kemudian tim Spesial Alpha sedang menjalankan tugas negara mereka di zona demiliterisasi korea. Komandan Shi Jin, hendak bernegosiasi dengan pihak tentara Korea Utara di zona demiliterisasi itu. Untuk menghentikan kontak senjata, komandan Shi Jin serta asistennya Dae Young mengeluarkan semua baju militer serta perlengkapan senjata kedepan tentara Korea Utara, agar bisa berdialog dengan mereka.
Nama sandi operasi mereka adalah Harry Potter. Kemudian Shi Jin dan Dae Young melakukan negosiasi kedepan tentara Korea Utara untuk membebaskan tiga tentara Korea Selan yang ditawan. Komandan Shi Jin,”Apakah tentara kami baik2 saja ?. Tolong hentikan ini sekarang”. Disisi lain, tim alpha ahli tembak sudah siap di posisinya untuk mawas diri bila pihak Korea Utara melakukan penembakan kepada dua komandan mereka.
Tim alpha yang lain juga bersiap melaksanakan taktik perang yang lain dengan mempersiapkan bom bila ada kontak senjata. Dae Young,”Buka pintunya. Hentikan ini dan pergilah”. Komandan Shi Jin meminta pihak tentara Korut untuk membebaskan tentara Korsel. Akhirnya Shi Jin serta Dae Young masuk melihat tentara Korsel yang ditawan oleh pihak Korea Utara, dan bertemu dengan komandan pihak Korut. Namun komandan Korut itu tak ingin pasukannya dengan mudah membebaskan personil militer Korsel. Komandan Korut itu menantang bertarung dengan Shi Jin serta Dae Young untuk berkelahi dengan pisau mereka.
Komandan Shi Jin pun menerima tantangan itu. Akhirnya perkelahian terjadi antara Komandan Korsel Shi Jin, Dae Young serta Komandan Korut dengan sebilah pisau. Shi Jin dan Dae Young saling serang dengan komandan Korut itu. Shi Jin hampir tertikam dengan pisau, namun untungnya Shi Jin berhasil menampik pisau dari komandan Korut itu. Shi Jin memberikan aba2 kepada Dae Young untuk segera menyelamatkan tentara Korsel yang ditahan oleh Korut. Dae Young pun berkelahi dengan personil Korut yang lain dan menikamnya dengan pisau. Sirene berbunyi, dan Komandan Korut itu bertarung satu lawan satu dengan komandan Shi Jin. Komandan Korut,”Kamu memegang pisaumu dengan tangan kananmu ?”.
Shi Jin dan komandan Korut itu saling serang dengan pisau mereka. Shi Jin menjipit tubuh komandan itu, namun komandan Korut itu menyerang Shi Jin dengan pisaunya. Namun Shi Jin berhasil keluar dari serangan pisau itu. Keduanya saling serang dengan pisau mereka. Di luar gedung, Dae Young juga menyerang anggota personil militer korea utara yang lain. Komandan Korut itu berhasil menggores bagian perut komandan Shi Jin dengan pisau. Komandan Korut,”Kawan kamu enggak bisa membunuhku berikan mata pada Korea Selatan akan hal ini. Kalian tidak bisa yang pertama menembak”.
Ada seorang pasukan Korsel yang mengacungkan senjata di kepala Shi Jin. Shi Jin menjelaskan selama 70 tahun terakhir ada kesalahpamanan yang terjadi antara Korut dan Korsel. Shi Jin menegaskan jika hal itu berguna untuk melindungi negara, para tentara akan pasti menembak kapanpun, dan dimanapun. Akhirnya pasukan khusus alpha Korsel ahli tembak juga siap menembak kepala dari pasukan Korut, yang ingin menembak kepala Shi Jin. Shi Jin tak ingin pihaknya dan pihak Korut membuat kesalahan lagi.
Komandan Korut,”Saya enggak bisa datang sebagai prajurit dan pergi sebagai korban. Senang bertemu denganmu, prajurit Yoo Shi Jin”. Komandan Korut itu menyuruh prajuritnya menurunkan senjatanya dari kepala Shi Jin. Shi Jin menegaskan pertemuan mereka kali sangat menarik, namun dia tak ingin lagi bertemu dengan komandan Ahn Hyung Joo (komandan Korut) lagi. Kemudian komandan Shi Jin melaporkan ke Letjen Yoon bahwa misi tim alpha sudah berakhir di daerah zona demiliterisasi a Korea.
Setelah misi di zona demiliterisasi korea berakhir, Shi Jin dan Dae Young bermain tembak menembak di taman hiburan. Shi Jin dan Dae young tak nyaman dengan senjata yang mereka gunakan di taman hiburan itu. Kemudian pegawai taman hiburan menjelaskan senjata yang dipakai oleh Shi Jin dan Dae Young adalah kopi dari senjata tim Delta Amerika. Tak lama Dae Young dan Shi Jin melihat ada perampok.
Sebagai aparat negara, Dae Young ingin menangkap pencuri itu. Dae Young,”Karena ini adalah senjata mainan, jarak tembaknya sedikit pendek. Sekitar 5 meter”. Akhirnya Shi Jin dan Dae Young pun menembak pencuri itu dengan senjata mereka. Pemuda itupun terjatuh. Dae Young menyuruh warga korban untuk melaporkan pemuda itu ke polisi, namun dia tak mau. Warga,”baik2 saja. Lebih memusingkan memanggil polisi terhadap pencuri kupon”.
Kemudian Dae Young menelpon pihak medis. Shi Jin mengobati pemuda pencuri itu dengan menaruh gips kayu di kakinya. Shi Jin,”Jika kamu pindah dengan tak benar, lukamu tidak akan sembuh dan kamu menderita sepanjang hidupmu”. Setelahnya, Shi Jin meminta pegawai hiburan tadi untuk menjual boneka, serta spidol yang ada di tokonya. Kemudian Dae Young serta Shi Jin makan bersama dengan boneka yang dibeli Shi Jin di taman hiburan, sambil minum di kafe. Shi Jin,”Cewekmu super cantik”. Dae Young berharap pemuda pencuri kupon itu keadaanya baik2 saja.
Dari yang dilihat Shi Jin, pemuda pencuri kupon tahu bagaimana jatuh dengan benar dari motor. Shi Jin,”Dia terlihat seperti atlet. Dia akan baik2 saja”. Dae Young,”Atlet harus bertemu dengan sunbae yang benar”. Shi Jin bertanya apakah Dae Young tiba2 teringat dengan masa lalunya yang kelam. Dae Young merasa masa lalunya memang membuatnya sedih dan sedikit merasa kepahitan. Shi Jin ingin tahu di masa Dae Young masih muda dulu, apakah Dae Young banyak melakukan hal2 buruk.
Dae Young mengaku dia adalah orang2 yang biasa memerintahkan orang2 melakukan hal2 buruk. Tak lama Shi Jin mendapat panggilan di hpnya. Dae Young mengira telepon itu dari kesatuan mereka, namun ternyata bukan. Dae Young menyuruh Shi jin untuk tak mengangkatnya. Namum Shi Jin ingin mengangkatnya, Shi Jin,”Saya akan mengangkatnya dan menelponnya dari sini. Jadi bertemulah dengan dia dan tangani urusanmu seperti pria”. Dae Young berjanji akan membelikan Shi Jin daging sapi untuk tidak mengangkat telepon itu. Namun Shi Jin tetap ingin mengangkatnya. Dae Young menawarkan minum wine serta kencan buta dengan sepupunya buat Shi Jin, untuk tak mengangkat telepon itu.
Akhirnya Shi Jin menerima tawaran untuk kencan buta dengan sepupu Dae Young, yang adalah pramugari. Shi Jin meminta hp dari Dae Young untuk melihat foto sepupunya di lewat akun SNS. Kemudian Dae Young hendak mengambil hpnya untuk memperlihatkan foto sepupunya. Namun saat mencari hpnya, Dae Young tersadar dia sudah dicopet. Shi Jin,”Apa kamu kecopetan ?”. Dae Young pun bergegas mencari pemuda itu, dan hendak menemukan rumah tempatnya dirawat.
Kemudian pemuda pencuri itu dibawa ke rumah sakit. Dan pemuda pencuri itu berhasil mencuri hp dari Dae Young. Saat hendak masuk ke ruang gawat darurat hp yang dicuri pemuda itu terjatuh, sehingga perawat mengambilnya. Tak lama ada panggilan di hp Dae Young yang dicuri. Perawat menjawab,”Ah tidak, ini adalah ruangan gawat darurat rumah sakit Hae Sung. Namun hp ini dibawa karena ada kecelakaan motor. Apakah Anda walinya ?”. Kemudian Dr Kang Mo-Yeon (diperankan oleh Song Hye-Kyo) bertemu dengan pemuda pencuri itu.
Perawat,”Ini adalah pasien kecelakaan sepeda motor”. Kemudian Mo Yeon melihat pasien pemuda pencuri kupon itu. Mo Yeon sempat tertawa melihat pemuda itu, yang diikatkan boneka di kepalanya serta ada tulisan Hangul di tangannya. Pemuda itu menjelaskan boneka dan tulisan hangul adalah ulah dari orang yang membuat keadaanya seperti sekarang. Dr. Mo Yeon kagum melihat bantuan pertama yang diberikan buat pemuda itu, Mo Yeon,”Siapapun yang memberikan bantuan ini sungguh kerjaan yang bagus. Semuanya imut dan cantik”.
Kemudian dr. Mo Yeon memeriksa pasien itu, dan mendiagnosa pemuda itu mengalami patah tulang rusuk, serta keseleo pada bagian ankle. Mo Yeon merawat pemuda itu dengan kasar, maklumlah di tangan pemuda itu ada tulisan,”Pencuri. Rawatlah dia dengan penuh rasa sakit sebisa mungkin”. Mo Yeon pun tahu pasiennya adalah pencuri. Kemudian Mo Yeon hendak melakukan sinar X untuk memeriksa rusuk serta ankle pemuda ini. Tak lama Mo Yeon mendapat panggilan dari kepala rumah sakit. Perawat Choi memberikan hp Dae Young yang dicuri pemuda itu.
Pemuda itu menelpon temannya untuk membawa motor ke rumah sakit Hae Sung segera, karena dia tak ingin menjalani pemeriksaan Xray. Kemudian Mo Yeon bertemu dengan pimpinan rumah sakit Hae Sung. Mo Yeon,”Saya menyelesaikan thesis yang Anda tugaskan”. Kepala RS,”Kamu bekerja dengan keras. Apa ini bantuan buat studimu ?”. Mo Yeon,”Ya, saya mendapat banyak melakukan studi yang harus diselesaikan”. Kepala rumah sakit memberikan saran agar Mo Yeon menyelesikan studinya segera untuk menjadi seorang Profesor. Di balik kaca rumah sakit, tanpa sengaja Mo Yeon melihat pemuda pencuri itu berjalan. Mo Yeon,”Oh minta maaf, Seorang pasien sedang lari jadi..”.
Akhirnya pimpinan rumah sakit itu menyuruh Mo Yeon untuk menangkap pemuda tersebut. Perawat Choi dimarahi oleh kepala perawat karena membiarkan pemuda pencuri kupon itu kabur. Namun tak lama Mo Yeon membawa pemuda itu, Pemuda,”Oh Ini sungguh menjengkelkan. Jika saya tertangkap oleh Hyungnimku, Saya tidak akan terbaring di gawat darurat namun di ICU”. Pemuda itu tak mau tinggal di rumah sakit karena takut dengan Hyungnimnya. Mo Yeon menegaskan sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang dokter untuk membawa kembali pasiennya. Kepala Perawat menyuruh pemuda itu mengisi formulir penolakan, jika memang tak ingin mendapat perawatan.
Namun kepala perawat itu tetap meminta pemuda itu untuk membayar biaya konsutasinya dengan dokter. Pemuda itu tak ingin membayar biaya rumah sakit apapun, karena merasa belum pernah mendapat perawatan. Akhirnya Kepala Perawat itu hendak menelpon polisi. Mendengar kata polisi, pemuda pencuri kupon itu menjadi takut. Dia berpura2 ingin pergi ke kamar mandi. Namun Mo Yeon tak percaya. Pemuda pencuri,”Baiklah, jika saya meninggalkan hpku kepadamu, bisa kan ?”. Mo Yeon kesal dengan sikap pemuda itu, dan pemuda itu pergi ke kamar mandi. Tak lama hp yang diberikan oleh pemuda itu berbunyi. Nama dari penelpon itu adalah Big Boss.
Namun Dr Mo Yeon tak ingin menjawab panggilan hp itu. Hp yang diberikan pemuda itu adalah hp dari Dae Young. Kemudian Shi Jin dan Dae Young datang ke rumah sakit Haesung. Shi Jin,”Anak ini belum menjawab teleponnya”. Dae Young,”Jika kamu tertangkap. Kamu akan mati”. Kemudian Dae Young dan Shi Jin pun masuk kedalam rumah sakit Hae Sung. Tak lama pemuda itu berhasil kabur dari rumah sakit Haesung. Dae Young dan Shi Jin masuk ke dalam ruang gawat darurat rumah sakit Haesung. Shi Jin menelpon dan mendengar bunyi deringan hp Dae Yooung dari arah Dr. Mo Yeon. Karena terus menelpon, Mo Yeon pun mengangkat hp dari Dae Young. Shi Jin,”Apa kabar ?”. Mo Yeon melihat hp itu adalah panggilan dari Big Boss. Mo Yeon,”Big Boss ?”. Shi Jin,”Ah iya, kenapa Anda memiliki hp itu ?”. Mo Yeon ingin tahu apakah Shi Ji adalah wali pasiennya.
Shi Jin menjelaskan dia bukanlah wali dari pasien itu, namun wali dari pemilik hp yang dipegang oleh Mo Yeon. Kemudian Mo Yeon melihat tempat tidur pasien pencuri itu, namun pemuda itu ternyata sudah pergi. Shi Jin,”Siapa yang saya bicarakan sekarang ?”. Mo Yeon menyindir Shi Jin, Mo Yeon,”Apa anda mungkin… orang yang ingin mengirimkan dia(pemuda pencuri) ke kamar mayat ?”. Shi Jin berusaha membuat suasana tenang dan menjelaskan ada kesalahpaman diantara mereka berdua. Mo Yeon menyuruh perawat Choi untuk menyuruh Shi Jin serta Dae Young untuk menunggu di luar ruangan gawat darurat. Kemudian Dae Young serta Shi Jin menunggu di luar. Saat berbalik, baik Shi Jin dan Mo Yeon saling berpapasan muka satu sama lain. Kemudian Mo Yeon pun fokus menangani pasien gawat daruratnya. Shi Jin dan Dae Young tersadar pemuda pencuri kupon itu sudah pergi. Dae Young,”Kita sebaiknya mencari dia di luar. Sepertinya dia enggak jauh”.
Memandang gaya Mo Yeon, Shi Jin mulai tertarik dengannya. Shi Jin berpura2 bergaya perutnya sakit, dan merasakan seperti sakit usus buntu. Namun Dae Young tak ingin Shi Jin berpura2, dan terpaksa Shi Jin harus menemani Dae Young mengejar pemuda pencuri kupon itu. Sementara, Mo Young menangani pasien UGD-nya. Perawat Choi,”Mereka sepertinya gangster kan ?”. Saat berada di luar rumah sakit, tanpa sengaja Shi Jin dan Dae Young melihat pemuda pencuri itu disiksa oleh bos premannya. Dae Young emosi melihatnya, Shi Jin,”Hyung, haruskah kamu menemukannya ?. Sepertinya mereka bisa berkelahi dengan baik”.
Dae Young berujar dia memiliki alasan untuk menemukan anak itu. Akhirnya Shi Jin berteriak kepada para preman itu. Shi Jin,”Hey hyungnim yang disana!”. Nama pemuda pencuri kupon makanan itu adalah Kim Ki Beom. Dae Young menghampiri Kim Ki Beom. Ki Beom menangis merengek ke bawah kaki Dae Young, Ki Beom,”Tolonglah selamatkan aku kali ini. Hyung tolong selamatkan aku kali ini”. Ki Beom berjanji akan mengambalikan hp yang tadi dicurinya, bila Dae Young ingin menolong dari kumpulann preman itu.
Ki Beom sendiri sudah babak belur disiksa kumpulan preman2 itu. Shi Jin mengampiri Dae Young, dan menjelaskan perkelahian dengan kawaan preman itu tak adil karena mereka hanya berdua, serta jumlah preman sangat banyak. Dae Young,”Saya memiliki cukup banyak uang. Siapa yang memiliki keyakinan, datang dan bawa dompet ini. Ini benar. Saya adalah kakaknya”. Dae Young memberitahukan kedepan para preman itu bahwa dia adalah kakak dari Kim Ki Beom. Dae Young menantang para premen itu mengambil uang di dompetnya.
Para preman itu bermain pisau, Preman,”Jika itu dompet kosong, kamu meninggal”. Akhirnya kedua preman menyerang Dae Young, namun dengan kemampuan bela diri Dae Young sebagai prajurit pasukan khusus, kedua preman dilibas. Shi Jin menantang para preman2 itu berkelahi dengan adil. Shi Jin,”Setiap orang dengan pisau, keluarkan pisau kalian. Setiap orang dengan senjata, keluarkan senjata kalian”. Kawanan preman itu marah dan mengeluarkan semua pisau mereka.
Dae Young sedikit kesal dengan perkataan Shi Jin itu yang menyulut amarah para preman2. Shi Jin,”Saya masih belajar. Setidaknya tidak ada yang punya senjata”. Tak lama para preman2 itupun menyerang Dae Young serta Shi Jin. Di ruangan gawat darurat salah seorang dokter koas memberikan Mo Yeon hasil rontgen pasien. Mo Yeon melihat hasil rontgen itu. Perawat Choi,”Pasien pengendara motor itu, Saya percaya dia lari lagi. Walinya datang lagi”. Mo Yeon,”Lagi ? Dimana walinya ?”. Kemudian Mo Yeon bertemu dengan wali pasiennya. Lanjut ke part 2. Gomawo.
Comments
Post a Comment