Lalu
Mo Yeon serta Myeong-Joo saling berbincang bersama menatap berlian yang
diambil dari usus manajer Young Soo. Myeong-Joo memuji Mo Yeon seorang
yang bijaksana. Mo Yeon gusar bagaimana jika memang mereka benar dia
udah positif terserang virus M3. Myeong-Joo,”Apa kamu takut ?”. Mo
Yeon,”Tidakkah engkau takut, Letnan satu Yoon ?”.
Myeong-Joo menjelaskan ada hal yang paling ditakutinya. Alurnya kembali ke masa lalu, saat Myeong-Joo menjelaskan apa hal yang paling ditakutinya ke Mo Yeon. Myeong-Joo sangat takut bila dia harus terpisah dari Dae Young. Kembali ke masa sekarang, Shi Jin dan Dae Young masuk dengan buru2 ke ruangan isolasi. Dae Young langsung masuk dengan perasaan takut, dan dia langsung mendekap erat tubuh Myeong-Joo.
Myeong-Joo heran dengan tingkah Dae Young itu. Myeong-Joo menyuruh Dae Young untuk segera meninggalkan ruangan isolasi ini. Shi Jin pun juga masuk ke ruangan isolasi. Myeong-Joo akhirnya tersadar bahwa dialah yang kini sudah terjangkit virus M3. Myeong-Joo,”Ini sedikit menakutkan. Myeong-Joo menutup matanya, dan menyuruh sunbaenya Shi Jin untuk membawa Dae Young keluar dari ruangan isolasi.
Namun Dae Young tak ingin pergi, dan tetap ingin tinggal bersama Myeong-Joo. Dae Young,”Saya akan tinggal disini bersamamu”. Dae Young menitihkan airmatanya sebagai lambang kesedihan mendalam sambil tetap memegang erat tubuh Myeong-Joo. Mo Yeon juga turut menangis. Karena Myeong-Joo sudah positif terjangkit virus M3, dan Dae Young sudah melakukan kontak dengan Myeong-Joo secara langsung.
Myeong-Joo ingin dia diisolasi dengan Dae Young secara terpisah. Myeong-Joo memisahkan tubuhnya dari dekapan Dae Young, Myeong-Joo,”Ini adalah diagnosis sebagai dokter. Dan ini adalah perintah sebagai prajurit. Tolonglah keluar”.
Dae Young tahu angka kematian bagi pasien yang sudah terserang virus M3 ini lebih dari 50%. Dae Young,”Saya dengar ini enggak lebih baik dari Ebola. Apa ini benar ?”. Mo Yeon,”Yah, itu benar. Tidak ada obat 100%”. Mo Yeon menjelaskan dua kasus antara manajer Young serta Myeong-Joo kemungkinan angka kematian akan meningkat secara drastis. Namun Mo Yeon melihat sistem kekebalan tubuh dimiliki oleh Myeong-Joo dalam tahap yang bagus.
Di luang pangkalan militer Korsel, Mo Yeon membahas dengan Shi Jin tentang Immune system Storm (Sitokin Strom “ Tubuh yang sehat mendesak tingkatan tinggi dari sitokin didalam tubuh, dan melawan sel yang normal). Shi Jin,”Tidakah baik jika dia muda dan sehat, karena sistem immunenya bagus ?”. Justru Mo Yeon menjelaskan adanya ironi serta masalah karena sistem imun Mo Yeon yang baik itu. Shi Jin,”Apa enggak ada metode yang lain ?”. Mo Yeon,”Saya akan lakukan yang terbaik dan enggak akan kalah”. Bagi seorang dokter melawan virus adalah perang, tegas Mo Yeon.
Lalu Mo Yeon pun bertemu dengan semua tim RS Haesung. Mo Yeon memaparkan bagaimana kasus Virus M3 telah dikonfirmasi. Karena itu, Mo Yeon ingin menjadikan Medi Cube sebagai basis perawatan bagi pasien yang sudah terjangkit virus M3. Karena virus M3, ini semua anggota personil marinir Korsel pun harus menjalani tes sampel darah. Ini untuk mengetahui adakah korban lain yang terjangkit dengan virus M3 ini.
Shi Jin memberikan penyuluhan kepada semua mariner untuk berusaha terbaik melawan virus M3 ini. Sebaliknya, Mo Yeon meminta semua tim medis untuk tak takut dengan penyakit Virus M3 ini. Mo Yeon,”Ini adalah RS dan dimana ada pasien yang harus kita rawat”. Shi Jin dan Mo yeon masing2 memerintahkan tim mereka untuk melakukan yang terbaik untuk melawan penyakit ini.
Sang Hyun tersenyum memandangi Jae Ae, Sang Hyun,”Kamu selalu saja pandai mengambil darah dalam sekali pergi”. Ja Ae menjelaskan ini bukan pertama kalianya dia harus menyuntik seorang mahasiswa kedokteran semenjak dulu menjadi perawat magang. Sang Hyun,”Kenapa kamu sungguh berani ? Karena kamu pikir saya akan meninggal ?”.
Sang Hyun bertanya apakah dirinya sudah positif terjangkit virus M3. Karena jengkel, Ja Ae langsung memukul punggung Sang Hyun, dan dia berteriak. Ja Ae tak suka dengan sikap Sang Hyun yang sudah mencap dirinya sudah positif terjangkit virus mematikan itu. Lalu Ja Ae pergi, Sang Hyun,”gimana jika saya ingin bertemu denganmu ?”. Ja Ae,”saya akan datang”.
Shi Jin menjelaskan Myeong Joo sibuk mengecek dirinya dan manajer Young Soo. Shi Jin,”Apa yang akan kamu lakukan ?”. Dae Young,”Tolong beritahu dia saya baik2 saja dan jangan mengkhwatirkanku”. Lalu Shi Jin pun memberikan handy talkie kepada Dae Young, Shi Jin,”Saya membayarmu kembali buat kunjungan Dr. Kang yang terakhir kali”. Lalu Shi Jin pergi meninggalkan Dae Young.
Lalu Dae Young menyalakan handy talkie itu dan menyetelnya ke “Saluran 3”. Myeong Joo menjawab,”Disini Yoon Myeong Joo”. Myeong Joo menyuruh Dae Young untuk menjawabnya. Lalu Dae Young menjawab,”Roger..”. Myeong Joo menjadi senang mendengarkan suara dari kekasih Dae Young. Dae Young,”Gimana perasaanmu ?”. Myeong Joo,”Saya merindukanmu”. Dae Young,”Apa kamu makan ?”, sambil menangis. Myeong Joo,”Saya merindukanmu”. Myeong Joo,”Gimana perasaanmu?”. Dae Young tak menjawab karena kebingungan dan takut kehilangan, Myeong Joo,”Goblok. Saya biarkan kamu menjawab”. Dae Young,”Saya merindukanmu”.
Myeong Joo pun menitihkan air mata takut harus berpisah dari Dae Young. Dae Young menjawab terus Myeong Joo bahwa dia merindukan sang kekasih. Myeong Joo,”Saya tahu”. Dae Young,”Apa kamu nangis ?”. Myeong Joo meminta Dae Young mengingat saat mereka berdua kedua pertama kalinya bertemu, dan Myeong Joo mengenakan gaun putih. Dan Dae Young menanggapi pakaian Myeong Joo mirip hantu perawan. Myeong Joo meminta Dae Young untuk memikirkannya, Myeong Joo,”Saya membayangkan jika itu adalan tanda. Jika saya meninggal sekarang, Saya sungguh adalah hantu perawan”.
Dae Young menanggapi Myeong Joo adalah seorang malaikat. Bagi Dae Young, Myeong Joo adalah seorang malaikat saat pertama kali dia bertemu dengan sang kekasih dalam hidupnya. Myeong Joo,”Sekarang aku sakit, kamu sungguh manis”. Akhirnya Myeong Joo mematikan handy talkie.
Myeong Joo kesal baik itu malaikat atau hantu perawan, keduanya sama saja subjek yang sudah meninggal. Dae Young pun tertangis dalam kesedihan akan nasib Myeong Joo. Sementara itu, tim mariner Korsel tetap mengawal Medi Cube sebelum tes medis keluar terkait virus M3 ini. Mo Yeon,”Kami merawat pasien umum di klinik sementara. Kapan vaksin pencegahan yang saya minta tiba ?”. Daniel memberitahukan sedang melakukan permintaan darurat ke pejabat kota untuk hal ini. Daniel memprediksi vaksinnya mungkin datang besok di pangkalan Korsel.
Daniel,”Apa yang terjadi bila wilayah area yang terjangkit pertama kali dan ada seseorang terkontak dengan mereka ?”. Sementera itu, pasukan khusus Korsel, dibantu tim PBB sama2 mencari orang yang masuk dalam daftar yang pernah melakukan kontak dengan manajer Young Soo. Mereka menangkap orang yang memberikan passport palsu ke manajer Young Soo, dan tim medis PBB mengambil darahnya untuk didiagnosis serta diisolasi karena ditakutkan kemungkinan terjangkit pula virus M3.
Lalu kapten Shi Jin melaporkan hal itu ke komandan Byung Soo, namun komandan itu jijik dengan Shi Jin, karena takut terjangkit virus M3. Byung Soo,”Gimana kondisi Letnan Satu Yoon ?”. Shi Jin,”Dia kelihatan baik2 saja”. Komandan Byung Soo memerintahkan Shi Jin untuk segera memindahkan Myeong Joo ke rumah sakit militer milik AS. Shi Jin menjelaskan Medi Cube tempat Myeong Joo dirawat sudah didesain khusus oleh tim PBB untuk penanganan pasien virus M3.
Shi Jin tak mau memindahkan pasien Myeong Joo. Byung Soo marah,”Kamu pikir aku enggak tahu itu ?”. Shi Jin merasa sudah melakukan prosedur penanganan pasien penyakit menular. Byung Soo,”Apa kamu mau kembali ke rumah, saat itu sungguh dekat di akhir masa tugasmu ?”. Shi Jin,”Ini adalah perlawan melawan penyakit tak kelihatan”.
Shi Jin melihat kondisi sekarang adalah pertarungan yang sesungguhnya. Shi Jin,”Jika kita tak patuh pada aturan, takkan ada yang selamat”. Karena Shi Jin bersikeras tak ingin memindahkan Myeong Joo, Byung Soo membiarkannya. Byung Soo,”Lakukan itu, namun jika ada diantara kalian yang sakit, saya juga tak bisa pulang ke rumah”. Byung Soo tak ingin ada diantara pasukan mariner Korsel yang terjangkit. Shi Jin,”Yah saya ngerti”.
Sementara itu, di Seoul Ji Soo serta Hee Eun melihat berita di TV terkait menyebarnya penyakit epidemik virus M3, yang ditemukan di wilayah Mouru. Lebih lanjut berita menyebutkan ada dua warga Korsel yang positif terjangkit. Melihat berita itu, Ji Soo menelpon Mo Yeon, namun tak mengangkat. Seorang dokter menelpon Sang Hyun, namun dia juga tak mengangkat.
Sebaliknya Hee Eun menelpon mertuanya, yakni ibu Chi Hoon terkait berita TV yang dilihatnya. Di RS Haesung, Chaiman Han mengeluh mengapa tim relawan Haesung tak memilih kembali ke Seoul saat sudah menyelesaikan masa tugasnya. Tak lama, ibu Chi Hoon juga datang dan dia sangat marah ke Chairman Han. Karena jengkel, ibu Chi Hoon menyindir Chairman untuk sebaiknya pergi ke Urk dan berperang disana.
Chairman Han merasa dia tak harus pergi kesana, karena Urk sekarang adalah wilayah epidemik virus M3. Ibu Chi Hoon kesal,”Tidakkah kamu harus menjaga anggota keluargamu ?”. Ibu Chi hoon merasa Chaiman Han tak pantas disebut sebagai Chaiman RS Haesung. Ibu Chi Hoo memegang kemeja Chaiman Han, dan bertanya dimana Chairman Han menempatkan Chi Hoon anaknya. Ibu Chi Hoon,”Bawa Chi Hoonku dalam waktu 24 jam”. Chairman meminta Hee Eun melepaskannya dari jerat mertuanya, Hee Eun,”Saya serasa seperti janda sekarang dihatiku”.
Ibu Chi Hoon mengancam akan menarik kontrak sewa gedung RS Haesung. Karena ancaman itu, Chaiman Han pun berjanji akan membuat Chi Hoon kembali besok hari. Tak lama Ji Soo mendapatkan sms dari seorang Sang Hyun. Dalam sms itu, Sang Hyun meminta Ji Soo untuk mencari jurnal kedokteran usang yang belum pernah diunggah ke internet. Ji Soo pun mencarinya dan memfoto jurnal kesehatan itu serta menscannya, lalu mengirimkan hasilnya ke Sang Hyun vie email.
Di Medi Cube Urk, Sang Hyun menerima jurnal kedokteran itu yang diberikan oleh Ji Soo. Selama berada di ruangan Medi Cube, Sang Hyun melakukan observasinya lewat jurnal kedokteran itu. Sang Hyun membuat rumus formulasi serta catatan medis. Tak lama Gi Bum, dan Min Jae masuk ke ruangan isolasi Sang Hyun. Gi Bum,”Wow, apa dokter bahkan belajar saat mereka sakit ?”.
Melihat Sang Hyun yang sedang mengkomsumsi semacam kacang, Gi Bum bertanya apakah Sang Hyun lapar. Sang Hyun,”Enggak. Saya penasaran dengan penyakit ini. Itulah mengapa saya makan”. Sang Hyun menjelaskan dia sekarang sedang berperang. Gi Bum memberikan salam militer Korsel agar Sang Hyun sukses. Lalu Gi Bum dan Min Jae mendatangi ruangan perawatan Myeong Joo. Sekilas, Min Jae melihat manajer Young Soo yang sudah terbujur kaku karena juga terjangkit virus M3 ini.
Min Jae,”Bisakah Ajushhi itu hidup ?”. Myeong Joo menjelaskan Young Soo sudah mendapatkan kesadarannya, namun pernafasannya sedikit tidak stabil. Myeong Joo,”Saya pikir dalam 2 atau 3 hari kedepan akan menjadi krisisnya”. Gi Bum lalu menyahut bahwa di perut Young Soo keluar sebuah berlian sebesar kepalan tangan. Min Jae mendekati Myeong Joo ingin tahu berapa harga berlian sebesar kepalan tangan itu.
Myeong Joo,”2 karat, berlian terbaik… sekitar 20 milyar dollar ?”. Min Jae kaget,”Saat itu 20 milyar dollar apalah orang2 membuat hidup mereka terkena resiko ?”. Di luar pangkalan militer, Mo Yeon sedang meluruskan kakinya yang kelelahan.
Melihat Mo Yeon, Shi Jin tersenyum dan duduk disamping Mo Yeon. Shi Jin,”Lama enggak jumpa”. Mo Yeon,”Kapan tes drahnya keluar ?”. Shi Jin,”Mereka bilang besok sore”. Mo Yeon,”Ini lebih cepat dari yang kupikirkan”. Karena tes darah ini, Shi Jin jadi ingin tahu golongan darah Mo Yeon. Mo Yeon,”Tipe idealmu”. Shi Jin,”Lakukan lagi”, sambil tersenyum. Mo Yeon,”Tipe cantik”. Shi Jin,”Lakukan sekali lagi”. Mo Yeon,”In Hyeong..”, sambil memegang kedua pipinya dan tersenyum manis kedepan Shi Jin. Shi Jin,”Saya kehilangan2x”. Mo Yeon bertanya apa yang dilakukan oleh Shi Jin bila dulu dia menghadapi waktu yang sulit, Mo Yeon,”Saya mengganggumu untuk melakukan apa yang kamu bisa lakukan.
Tolong jangan kuatir”. Shi Jin meminta Mo Yeon untuk menang melawan virus itu, sehingga bisa menghentikannya untuk kuatir. Shi Jin,”Saya ingin memegang tanganmu dan memelukmu. Sulit untuk bertahan”. Shi Jin sedang berusaha untuk membuat candaan buat Mo Yeon. Lalu Mo Yeon hendak pergi, namun Shi Jin mengikuti Mo Yeon, dan ingin tahu gologan darah Mo Yeon, Mo Yeon menjawab,”Kalimat hidup (Jong Sin Hyeon) di penjara memanggilmu ?”. Shi Jin,”Pergi. Pergi lakukan yang terbaik. Cepatlah. Pergilah masuk kedalam”.
Di ruangannya, Mo Yeon memeriksa beberapa anak Uruk untuk mengecek kondisi kesehatan mereka apakah terjangkit atau tidak. Ditemani oleh Fatima (sebagai penerjemah bahasa Urk), serta Jae Ae. Tak lama lampu tiba2 saja padam, Myeong Joo berkata ke Mo Yoen lewat handy talkie, Myeong Joo,”Ini Letnan satu Yoon. Wilayah karantina lagi gelap. Apa generator tak bekerja ?”. Sersan Choi pun hendak memeriksa keadaan generator. Tak lama Mo Yeon tersadar bahwa alat pernafasan Young Soo akan terganggu, Mo Yeon pun bergegas pergi.
Di ruangan medis, tiba2 saja Young Soo mengalami kejang2 dan muntah. Hal itu membuat Min Jae serta Gi Bum menjadi sangat takut. Tanpa alat perlindungan medis, tiba2 Chi Hoon masuk dan berusaha menenangkan manajer Young Soo yang mengalami kejang2 serta muntah. Tak lama Myeong Joo datang, Chi Hoon,”Obat penenang..”.
Sersan Choi berusaha membetulkan generator, Sersan Choi,”Ada apa ?”. Melihat Chi Hoon, Sersan Choi juga hendak masuk ke ruangan isolasi. Namun Chi Hoon meminta sersan Choi untuk tak masuk karena berisiko terjangkit virus M3. Chi Hoon meminta sersan Choi untuk fokus memperbaiki generator. Tanpa sengaja, manajer Young Soo mengigit Chi Hoo, dan Chi Hoon berteriak kesakitan. Myeong Joo pun langsung datang dan menyuntikkan obat penenang. Gi Bum dan Min Jae ketakutan melihat semuanya. Chi Hoon mengambil stetoskop untuk mengetahui kendisi Manajer Young Soo.
Karena tekanan darah yang rendah, Chi Hoon pun hendak melakukan tindakan CPR, Myeong Joo,”Kamu digigit. Bukan saatnya melakukan ini”. Tak lama Mo Yeon datang masuk ke ruangan isolasi lengkap dengan pakaian perlindungan medis. Chi Hoon meminta Mo Yeon serta Myeong Joo tak banyak bicara. Chi Hoon terus fokus melakukan tindakan CPR untuk menyelamatkan Young Soo. Dan akhirnya listrik pun kembali menyala. Kondisi manajer Young Soo kini normal.
Sementara, Mo Yeon harus membersihkan luka gigitan Chi Hoon. Karena mengalami luka, maka Mo Yeon memastikan Chi Hoon juga terjangkit virus M3. Jika bukan karena Chi Hoon, maka Young Soo dipastikan akan meninggal, tegas Mo Yeon. Mo Yeon,”Kamu sudah menjadi seorang dokter, Lee Chi Hoon”. Tak lama Min Jae dan Gi Bum meminta pamit, namun sebelum pergi Min Jae bertanya,”Apa orang itu… akan terjangkit virus sekarang ?”. Mo Yeon,”Dia perlu dikarantina”.
Gi Bum memuji Chi Hoo, Min Jae juga memuji Chi Hoo yang terlihat seperti seorang dokter, dan Min Jae serta Gi Bum pun pergi meninggalkan lokasi karantina. Lalu Chi Hoon menangis, Mo Yeon,”Kanapa kamu nangis ? Apa itu sakit ?”. Chi Hoon,”Enggak..Karena saya baik2 saja. Karena hidup saya baik2 saja. Karena saya bisa pergi kembali ke Korsel sekarang”. Mo Yeon serta Myeong Joo tak mengerti tingkah Chi Hoon itu. Sebaliknya Chi Hoon menelpon Hee Eun bahwa dia tengah dikarantina. Hee Eun,”Apa kamu mungkin… terkena M3 ?”.
Chi Hoon merasa kini menjadi layak seorang dokter setelah menjalani karantina. Hee Eun meledek Chi Hoon seorang yang bodoh karena baru menghubunginya sekarang. Hee Eun mengaku sangat mengkhawatir Chi Hoon. Awalnya, Hee Eun mengira dia akan bercerai dari Chi Hoon setelah triwulan kehamilannya. Chi Hoon,”Jika kamu menerima kompensasiku, kamu akan menjadi chaebol (konglomerat). Saya cinta kamu Jang Hee Eun”. Hee Eun menangis dan meminta sang suami untuk segera kembali.
Sementara itu, Daniel membawa anak2 Urk yang tidak terkontaminasi untuk menuju ke kamp PBB. Tak lama Min Ji datang dan mengabarkan kiriman fax dari hasil tes darah tim PBB sudah dikirim. Min Ji,”Semua orang yang dites negatif”. Hasil tes itu diberikan oleh Shi Jin, dan Shi Jin juga sudah memberitahukannya ke Dae Young. Lalu Shi Jin dan Dae Young buru2 mendekati Myeong Joo yang sedang tidur di ruangan isolasi. Shi Jin,”Dia ketiduran beberapa menit yang lalu. Dalam kasus yang jarang. Bahkan jika mereka terinfeksi, mereka bilang salah satunya masih bisa asimtomatik”. Dae Young,”Dia wanita yang jarang. Saya harap kasusnya begitu”.
Lalu Shi Jin menyinggung tentang tindakan cepatnya dalam menangani wabah ini. Atas jasa Shi Jin, dia berhasil menangani wabah virus ini sehingga tak menular, dan menciptakan korban kedua. Shi Jin,”Tindakan pencegahannya akan direndahkan dari “Hati2” menjadi “Perhatian”..”. Shi Jin sedikit menyombongkan diri atas kerja kerasnya menangani wabah ini. Namun sayang, Dae Young tak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Shi Jin, Dae Young,”Apa yang tadi kamu bilang ?”.
Saat Shi Jin hendak menjelaskan kembali apa yang dikatannya, tiba2 saja ada panggilan yang meminta bantuan dari tim alpha untuk datang di kantin pangkalan. Saat Dae Young serta Shi Jin pergi, Myeong Joo terbangun. Myeong Joo yang positif terserang virus M3 mulai pucat, dan saat memandang jam di hpnya penglihatan Myeong Joo mulai kabur. Lalu Shi Jin serta Dae Young mendatangi kantin pangkalan.
Shi Jin melihat ada Agus didampingi Tommy. Sementara tim medis lain menangangi warga Urk untuk menjalani tes darah. Shi Jin menghampiri Agus, Agus,”Senang melihat wajah yang terkenal. Penyelamat hidupku, dan bunga mawar merahku. Gimana kabarmu Fatima ?”. Mo Yeon bertanya ke Shi Jin, apakah Agus datang untuk menjalani tes virus M3. Agus menangapi,”Virus ? Oh Jangan kuatir dokter. Kami sudah dites negatif. Pasukan US datang dengan cepat untuk melakukan tes padaku, Rupanya saya enggak bisa sakit”.
Agus menyindir pihak US kini semakin mencintainya lebih daripada saat dia menjadi kapten di tim Delta. Shi Jin menangapi,”Tenanglah dan tutup mulutmu. Jangan pernah bilang kita disisi yang sama”. Agus mengaku datang ke pangkalan Korsel untuk melihat keadaan temannya manajer Young Soo yang tengah sakit. Agus,”Tuan Jin, bisakah saya liat dia sekarang ?”. Shi Jin menyuruh Agus untuk pergi.
Agus tak mempersoalkan Young Soo, namun Agus mempermasalahkan barangnya yang berada di pangkalan Korsel, yakni barang yang dikagumi oleh wanita yaitu berlian. Agus,”Bisakah saya melihat itu sebagai gantinya ?”. Lalu Shi Jin menghampiri kuping agus, Shi Jin,”Ini bukanya hilang dan ditemukan. Saya memberimu 10 detik untuk menghilang dari pandanganku”. Shi Jin menghitung mundur, namun Agus langsung hendak mengeluarkan sesuatu dari kemeja.
Sontak sersan Choi dan lainnya langsung menodongkan senjata ke Agus. Namun Agus tidak mengeluarkan senjata, namun sebuah obat vaksin. Mo Yeon,”Itu adalah immunoglobulin (obat antibody)”. Agus,”Ini buatmu dokter..”. Agus mendekati Mo Yeon, Agus,”Tolong bawa dia kembali”. Agus meminta Mo Yeon merawat baik Young Soo, karena ada banyak hal yang ingin Agus katakan padanya. Agus bersifat santai di tengah banyak todongan senjata marinir tim Alpha Korsel.
Agus,”Semua orang sibuk. Jadi kita harusnya pergi’’. Lalu Agus pun pergi bersama anak buahnya Tommy. Dae Young,”Saya pikir dia tahu apa rencana dari pasukan militer AS”. Shi Jin,”Juga strategi kita”. Shi Jin meminta ajudannya Dae Young untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah pangkalan Korsel.
Comments
Post a Comment