Semua Dok Gambar: KBS 2TV
[Baca juga: Sinopsis Descendants of The Sun Episode 14 Bagian Kedua]
Betapa terkejutnya Mo Yeon ketika pintu mobil ambulance kedua yang datang dirumah sakit Haesung ternyata di dalamnya adalah Si Jin.
Mo Yeon dan tim medis lainnya bergegas membawa Si Jin, sementara Mo Yoen yang berada disampingnya hanya bisa menangis menatap kekasihnya yang terluka parah.
“Yoo Shi Jin ….Lihat aku. Tolong lihat aku! Bisakah kau mendengar suaraku? Mengapa kau datang padaku seperti ini? Tolong buka matamu!,” teriak Mo Yeon.
Flasback: Dae Young dan Shi Jin mengarahkan pistolnya kepada Letnan An Jeong Joon, dan bertanya mengapa dia bisa sampai ada disini.
Dengan tangan terangkat, Senior Letnan An Jeong Joon berkata: “Saya tidak mempercayai siapapun, jadi saya datang jauh-jauh untuk melihat temanku. Tolong kirimkan saya kembali ke Korea.”
“Bukan ke Korea Selatan untuk suaka tapi ke Utara?,” tanya Dae Young sambil mengarahkan pistolnya ke Senior letnan An Jeong Joon
Tapi, tiba-tiba sebuah mobil datang ke arah mereka bertiga dan sekelompok pria bertopeng menembaki Letnan An Jung Joon.
Sekelompok pria bertopeng yang juga bersenjata keluar dari mobil dan menembak membabi buta ke arah Si Jin dan Dae Young. Sehingga baku tembak terjadi diantara mereka sehingga mengharuskan Dae Young dan Si Jin berlindung di balik mobil,
Dan Si Jin menghubungi pasukan lainnya untuk meminta bantuan. Sementara Dae Young menduga target penyerang adalah Letnan An Jung Joon.
Mereka bergegas membawa Letnan An Jung Joon yang tengah terluka ke dalam mobil sementara Dae Young menembaki bertubi-tubi ke arah mobil yang membawa pergi Senior Letnan An Jung Joon, dan Si Jin terus mengejar mobil tersebut.
Di rumah sakit Haesung, Si Jin yang tengah berada di ruang gawat darurat segera mendapat perawatan intensif oleh Mo Yeon, Chi Hoon dan dibantu oleh tim perawat lainnya. Chi Hoon mendiagnosa terjadi gagal jantung, sehingga Mo Yeon bergegas memberikan alat kejut jantung.
Hanya saja Mo Yeon harus dibuat sangat khawatir karna layar di monitor tetap datar sementara Chi Hoon memberitahu Mo Yeon bahwa tanda-tanda kehidupan Si Jin tidak kembali.
Mo Yeon tak menyerah begitu saja, dia melakukan resusitasi jantung dengan menekan dadanya sambil memohon agar Si Jin kembali.
Flashback: Si Jin telah berada tepat di depan mobil yang membawa Letnan An Jung Joon, dan bersiap untuk menghentikan mobil tersebut dengan satu peluru yang tersisa di pistolnya.
Dia menghitung jarak mobil tersebut yang berjalan mengarah dekat kepadanya, dan seketika itu dia menembak tabung alat pemadam api kecil yang ada di basement, dan si pengemudi mobil kehilangan kendali. Tapi, seorang dari antara penyerang berhasil menembak Si Jin sampai membuatnya jatuh tergeletak.
Kembali ke masa sekarang: “Tolong jangan lakukan ini. Bagaimana kau bisa seperti ini? Tolong. Bangun kau, bajingan!,” teriak Mo Yeon sambil terus menekan dadanya untuk mengembalikan tanda-tanda kehidupan Si Jin.
Mo Yeon hampir saja menyerah, tapi sebuah keajaiban terjadi saat Si Jin tiba-tiba sadar dan berkata ada Mo Yeon: “Sangat sakit.”
Chi Hoon melihat layar, dan memberitahu Mo Yeon bahwa denyut nadinya telah kembali.
“Apa kau sudah sadar? Apa kau sudah tahu kau ada dimana? Bisakah kau melihatku? Bisakah kau mendengar suaraku?,” tanya Mo Yeon.
Si Jin tidak menjawab satupun pertanyaan Mo Yeon, tapi dia malah bertanya dimana Letnan An Jung Joon.
Karna Mo Yeon tak tahu siapa yang ia maksudkan, Si Jin kemudian menjelaskan dia adalah pasien yang datang bersamanya karna tembakan.
“Apa dia masih hidup,” tanya Si Jin.
“Siapa itu? Siapa dia? Apa kau harus mengkhawatirkan orang lain sekarang? Barusan kau hampir saja mati!,” teriak Mo Yeon.
Hanya saja disela-sela keadaannya, Si Jin masih sempat bercanda: “Kau seperti ini sangat cantik!”
“Kau bajingan!,” teriak Mo Yeon sambil menangis.
Si Jin bangun dari tempat tidurnya dan terus menyinggung tentang pria yang datang bersamanya, sehingga Mo Yeon bertanya padanya: “Siapa orang yang sedang kau bicarakan, apa kau berkelahi dengannya? Apa dia melakukan ini padamu?”
Tapi, Min Ji tiba-tiba datang dengan gemetaran untuk memberitahu mereka bahwa pasien yang datang bersama Si Jin sedang membuat onar.
Sementara Letnan An Jung Joon menyandera Ja Ae di lorong rumah sakit dan mengancam akan membunuh siapapun di depan seorang pasukan yang mengarahkan pistol ke kepalanya.
Si Jin datang, dan memerintahkan pasukannya untuk menurunkan senjatanya, dan meminta An Jung Joon untuk dirawat oleh para dokter.
An Jung Joon ragu dengan penawaran yang diberikan oleh Si Jin, dan balik bertanya apa ada jaminan bahwa dia akan selamat di ruang operasi.
“Kau seharusnya khawatir dengan apa yang terjadi diluar dibanding di ruang operasi. Entah itu Selatan atau Utara atau kau ada di pihak mana, satu-satunya orang yang bisa menyelamatkanmu adalah seorang dokter,” ucap Si Jin.
An Jung Joon berkata dia tidak membutuhkannya, tapi dia tiba-tiba jatuh pingsan. Ja Ae mendiagnosa An Jung Joon mengalami syok hipovolemik, dan bergegas akan membawanya ke ruang oerasi yang telah ditunggui oleh Sang Hyun.
Tapi Si Jin tiba-tiba saja memegang tangan Mo Yeon, dan memintanya untuk mengoperasi An Jung Joon.
Mo Yeon sepertinya jengkel dengan permintaannya, sehingga dia memerintahkan perawat lainnya untuk mengikat Si Jin di ranjang setelah melakukan X-ray dan memberikan gips jika ada tulangnya yang patah.
“Jika dia membantah, pukul dia,” ucap Mo Yeon sambil memandanginya dengan jengkel.
Mo Yeon berada di ruang operasi bersama Sang Hyun dan telah berhasil mengeluarkan tiga peluru yang bersarang di tubuh An Jung Joon. Tapi, saat akan mengeluarkan peluru yang keempat, perhatiannya tiba-tiba saja tertuju pada sebuah jahitan luka yang ada di lengan kanannya.
Sang Hyun dan Mo Yeon melihat lukanya bukan karna sebuah luka tembak, dan ,menduga ada sesuatu yang bersarang didalamnya.
Dae Young yang masih berada di TKP menjelaskan pada Park Byung Soo bahwa Letnan An Jung Joon adalah mantan anggota pasukan khusus, dan sekarang berada di bawah Perlindungan Skuadron.
Mereka menebak sekelompok orang yang menargetkan menculik An Jung Joon adalah sekelompok profesional yang telah terlatih, dan bukan berasal dari Amerika tapi disuatu tempat di dekat Rusia.
Dan mereka segera diberitahu oleh seseorang bahwa sekelompok penyerang tersebut adakah tentara dari kedutaan besar Matovniya. Dan lebih lanjut menjelaskan bahwa Senior Letnan An Jung Goon telah menggunakan passport matovniya dipintu masuk pelabuhan, dan penyerang mengklaim itu adalah alasan mengapa mereka mengejarnya.
Dae Young tak lantas percaya dengan alasan yang mereka berikan, namun berdasarkan hukum internasional, pihak mereka tak punya hak hukum atas penyerang tersebut.
Park Byung Soo merasa yakin mereka hanya perlu menginterogasi An Jung Joon untuk mengetahui kebenaran yang terjadi, dan Sersan Woo Geun kemudian datang menginformasikan kepada mereka tentang operasi yang telah dilakukan kepada An Jung Goon di rumah Haesung.
Sementara itu, Si Jin merasa lega setelah diberitahu oleh Mo Yeon tentang kondisi Letnan An Jung Goon yang berhasil mereka selamatkan, dan telah dipindahkan keruang perawatan.
Tapi, Mo Yeon tiba-tiba saja berkata di depan Si Jin.
“Selain pasien itu, ada seseorang pasien lagi yang baru saja selamat. Saya pikir pasien itu baru saja melihatku sebagai seorang dokter. Dokter itu, sejam lalu, menyeberangi neraka karna melihat kekasihnya dibawa keruang gawat darurat karna gagal jantung.”
“Saya minta maaf,” ucap Si Jin.
“Hanya itu? Bagaimana dengan penjelasan? Kali ini kau juga tidak punya? Apa kau tidak penasaran apa saya baik-baik saja? Sedangkan kau bertanya tentang teman itu dimana kau bahkan tidak dekat dengannya. Untungnya kau baik-baik saja, karna saya akan membunuhmu.”
Usai meluapkan amarahnya, Mo Yeon ingin memberikan sesuatu pada Si Jin, tapi tidak jadi karna tiba-tiba saja Letnan An Jung Goon dibawa oleh Chi Hoon dan seorang perawat di kamar Si Jin.
Dae Young yang datang bersama Woo Geun ke kamar Si Jin memberitahu Mo Yeon bahwa mulai sekarang dia yang akan mengontrol kamar pasien, dan akan melakukan pembatasan akses pada tenaga medis.
Mo Yeon bertemu dengan Dae Young dan memberikan sebuah botol kecil yang berisi sebuah chip, dan menduga Si Jin menyuruhnya masuk ke ruang operasi karna benda tersebut.
Sementara itu, Eun Ji dan seorang perawat bergosip tentang seorang pasien yang baru saja datang yang mereka tebak adalah prajurit Korea Utara. Meskipun, Eun Ji agak merasa khawatir karna harus merawat pasien dari Korea Utra apalagi dia datang dengan luka tembakan, hanya saja Chi Hoon merasa tidak ada yang perlu mereka takutkan.
Dia menceritakan saat mereka berada di Urk, mereka bahkan mengalami hal yang lebih mengerikan karna melihat pasukan yang berada dibawa todongan senjata, dan kemudian menirukannya di depan Eun Ji. Eun Ji sempat merasa ketakutan, tapi dia segera tersadar klo Chi Hoon sedang berbohong padanya.
Ja Ae ikut bergabung, dan Sang Hyun tiba-tiba datang ke arah mereka dengan berlari kencang untuk melihat keadaan Ja Ae.
“Saya dengar kau disandera. Apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka?”
Dia berjanji akan membunuhnya, tapi Ja Ae segera mengklarifikasi bahwa Sang Hyun telah menyelamatkan pelakunya yang hampir berada diujung maut.
Mengetahui pasien yang barusan ia operasi adalah orang yang menyandera kekasihnya, sang Hyun sampai menampar pipinya dua kali.
Eun Ji kemudian menyinggung tentang kekasih MoYeon yang datang bersamaan dengan tentara Korea Utara sampai membuat koridor dipenuhi dengan pria berjas hitam.
“Bagaimana kau bisa berpacaran dengan seorang pria seperti itu? Apa sebenarnya identitas kekasihmu?”
Tapi Mo Yeon kali ini malas bertengkar, dan segera pergi karna dipanggil oleh Chairman Han.
Ja Ae memperlihatkan barang-barang pasien Korea Utara, sehingga Chi Hoon mencoba sebuah polpennya dengan antusias, tapi kaget karna tintanya tidak ada.
Sang Hyun sok tahu, dia bermaksud akan memberikan air liur kepada ujung tinta polpennya agar berfungsi, tapi Dae Young tiba-tiba muncul untuk menghentikannya. Dia membisikkan sesuatu ke telinga Sang Hyun, dan kemudian pergi membawa barang-barang si pasien.
Chi Hoon kemudian bertanya apa yang dibisikkan oleh Dae Young, dan Sang Hyun menjawab bahwa polpen itu mengandung racun.
“Jadi saya barusan hampir mati,”ucap sang Hyun,dan kemudian jatuh pingsan sampai menimpa tubuh Ja Ae.
Chairman Han marah-marah di luar kamar Si Jin kepada para pasukan yang menjaga karna dia merasa mereka telah membuat kekacauan di rumah sakit Haesung apalagi setelah tidak diijinkan masuk ke kamar Si Jin dengan alasan sebuah perintah yang sedang mereka jalankan.
Dia kemudian meluapkan kekesalannya dengan menyindir Mo Yeon: “Siapa sebenarnya kekasihmu sehingga pria-pria ini menjalankan tugas mereka? Dan siapa sebenarnya pria yang dibawa bersamanya? Apa mereka berkelahi? Siapa yang menang?”
“Saya tak yakin,” jawab Mo Yeon sambil tersenyum yang dibuat-buat.
Sehingga melihat ekspresi wajahnya, Chairman Han lantas menebak bahwa kekasih Mo Yeon yang kalah dan bahkan meledek Si Jin.
Di dalam kamarnya, dengan sebuah kamera terpasang Si Jin bertanya pada An Jung Joon apa alasannya masuk ke Korea Selaran, adan apa perintah yang ia terima?
An Jung Goon tak menjawab satupun dari pertanyaannya, sehingga Si Jin kembali melontarkan pertanyaan apa dia ingin mencari suaka politik. Tapi tetap saja An Jung Goon tetap menutup mulutnya rapat-rapat, sehingga Park Byung Soo jengkel melihat sikapnya.
“Apa itu masuk akal mengalami bahaya sampai bisa datang ke Korea Selatan hanya untuk meminta dikirim kembali ke Korea Utara? Saya tidak tahu alasannya tapi melalu China dan Rusia, rute publik itu telah terblokir sehingga kau memilih rute Korea Selatan yang paling berbahaya.”
Park Byung Soo menawarkan jika An Jung Goon mengalami masalah untuk mencari suaka, dia berjanji akan membantunya asalkan mau bekerja sama. Dan sebelum meninggalkan kamarnya, Park Byung Soo meminta An Jeong Goon untuk mempertimbangkan tawarannya.
Dae Young menunjukkan barang-barang yang dibawa oleh An Jung Goon kepada Park Byung Soo, dan menduga jika An Jung Goon sedang menjalankan sebuah misi, dan sepenuhnya yakin jawaban itu ada di sebuah chip yang ada di botol kecil. Dan seseorang kemudian membawa botol kecil itu ke kantor militer pusat untuk diperiksa.
Park Byung Soo dibuat kesal karna masih belum bisa mendapat informasi apapun, apalagi desakan seorang pejabat Blue House untuk memberikan informasi perihal An Jung Goon seceptnya karna besok akan melakukan pertemuan dengan perwakilan Korea Utara.
Si pejabat istana menjelaskan bahwa perwakilan dari Korea Utara sedang bergegas ke Korea Selatan, dan jika mereka tidak memberinya informasi besok pagi, maka Pertemuan Tingkat Tinggi bisa saja gagal dilaksanakan.
Si pejabat berharap mereka segera mendapatkan informasi apapun, tapi dia segera diberitahau oleh seketarisnya bahwa delegasi Korea Utara telah tiba di Korea Selatan.
Dae Young dan Park Byung Soo kemudian mendapat informasi tentang Kapten An yang ada dalam daftar orang dicari oleh interpol karna dicurigai tersangka utama dalam insiden kejahatan Yakusa yang terjadi di Jepang dua hari yang lalu.
Dae Young dan Park Byung Soo melihat foto korban, dan kemudian dijelaskan bahwa mayat si tersangka pembunuh telah ditemukan, dan Letnan Ahn menjadi tersangka utama untuk karna telah membunuh si pelaku.
Si Jin melihat foto korban tersangka yang dibunuh oleh kapten An, dan mengenali wajah si korban dengan sangat baik karna pernah bertemu di pembebasan seorang militer yang ditawan di perbatasan Korea Utara. Dae Young menjelaskan dia adalah Sersan Lee Seok Jin, dari pasukan Khusus Resimen ke 11 sama seperti Kapten An.
Dae Young menduga letnan Ahn yang sampai berani membunuh bawahannya terkait dengan Yakuza karna dia diperintahkan, dan menjelaskan pada Si Jin bahwa isi chip yang mereka temukan di tubuh Letnan Ahn akan memakan waktu seminggu untuk mengetahui isinya.
Si Jin dan Dae Young sadar mereka harus bergegas membuat Letnan Ahn berbicara karna pihak Korea Utara sudah meminta untuk menyerahkannya esok pagi, dan Si Jin berpikir mereka membutuhkan Mo Yeon dan SD chip yang mereka serahkan ke kantor pusat untuk menjalankan rencananya.
Si Jin sempat menyesal karna telah menyerahkan chip SDnya tanpa membuat kopian, tapi Dae Young tiba-tiba saja menyerahkan kopiannya.
Mo Yeon datang ke ruangan Si Jin untuk memeriksa Letnan Ahn, dan menjelaskan dengan terperinci kondisi kesehatannya.
Tapi, Mo Yeon tiba-tiba saja mengomel di depan Si Jin dengan sikap semena-mena park Byung Soo kepada para tim medis yang membuatnya jengkel, sampai Mo Yeon keceplosan menyebutnya wajah Park Byung Soo yang mirip ikan rockfish — tanpa mengetahui jika ruangan tersebut sedang disadap sehingga Si Jin bergegas menutup mulutnya.
Si Jin menulis di tangannya untuk memperingatkan Mo Yeon berhati-hati dengan bicaranya, sehingga Mo Yeon kembali mengucapkan kata-kata yang baik tentang Park Byung Soo dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Si Jin kembali menulis kalimat di sebuah kertas dan menunjukkannya kepada Mo Yeon bahwa dia membutuhkan sebuah tempat sunyi untuk berbicara dengan Letnan Ahn, sementara Park Byung Soo dan lainnya berada di tempat terpisah sambil memonitoring pembicaraan mereka.
Untuk mengecohkan Park Byung Soo, Si Jin sengaja bertanya tentang keadaan Ibu Mo Yeon. Awalnya Mo Yeon tidak setuju dengan permintaannya. Tapi dengan kalimat yang hanya mereka berdua tahu apa yang dimaksudkan, Mo Yeon setuju untuk membantunya — dan akan mengatur tempat untuk keduanya yang akan bebas dari penyadapan.
Mo Yeon keluar dari ruang kamar perawaran Si Jin, tapi dia sempat kaget karna berpapasan dengan Park Byung Soo setelah tadi mengucapkan kata-kata jelek tentang dirinya.
Mau tak mau, dia segera bersikap manis dan ramah di depannya.
Dia bergegas mendatangi ruangan Ji Soo, dan meminta untuk meminjamkan ruang pemeriksaannya selama 10 menit. Tapi, tetap merahasiakan dari Ji Soo jika ruangan tersebut akan digunakan oleh Si Jin dan Letnan Ahn.
Si Jin datang bersama Letnan Ahn di ruangan tersebut, dan Si Jin menjelaskan bahwa hanya ini satu-satunya tempat yang jauh dari penyadapan. Si Jin segera bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada Sersan Satu Lee Seok Jin, dan mengapa Letnan Ahn membunuhnya.
Letnan Ahn kemudian meminta Si Jin untuk mengembalikan chip miliknya, sehingga Si Jin balik bertanya apa isi chip itu.
Letnan Ahn menceritakan pada Si Jin bahwa pasukan khusus negaranya yang telah dilatih menjadi tentara bayaran, dan mereka seperti orang bayaran yang membunuh untuk uang dari organisasi kejahatan sepert mafia dan Yakuza. Dan dia mengungkapkan misinya adalah untuk menghukum semua pengkhianat negaranya dan mencari tahu siapa dibalik semua aksi ini.
Flashback: Letnan Seok Jin berhasil membunuh karna menjalankan perintah seseorang dan akan mendapat bayaran. Tapi saat dia akan menuruni tangga, tiba-tiba Letnan Ahn muncul.
Si Jin kemudian bertanya apa Letnan Ahn telah mengetahui siapa dalangnya. Letnan Ahn kemudian menduga Si Jin telah melihat isi chipnya, tapi Si Jin mengakui kesulitan menemukan passwordmya. Dia bertanya apa passwordnya, dan meminta Letnan Ahn untuk memberitahu apa isi chip itu.
Letnan Ahn malah menelannya, dan menyuruh Si Jin untuk tidak ikut campur, dan percaya hal ini akan ditangani oleh negaranya sendiri.
Tapi, Si Jin malah memberitahu Letnan Ahn bahwa negaranya sepertinya sudah terlibat dalam sesuatu, dan menginformasikan bahwa Kepala Departemen Keamanan Choi dari negaranya sedang dalam perjalanan menuju kesini.
“Besok kau akan dikembalikan ke Korea Utara,”ancam Si Jin.
Mo Yeon membawa Si Jin ke tangga rumah sakit untuk berbicara empat mata dengan Si Jin, dan bertanya apa tempat ini aman dari penyadapan.
Si Jin hanya tertawa kecil mendengar pertanyaannya, dan menjawab bukan disini.
“Saya sulit sekali bernafas di ruang kamar rumah sakit,” ucap Mo Yeon. Si Jin menenangkan Mo Yeon dengan memberitahunya bahwa situasi ini akan segera berakhir dengan baik.
“Terima kasih atas bantuanmu tadi.”
Mo Yeon kemudian bertanya apa tadi Si Jin bisa berbicara nyaman dengan An Sang Hee. Shi Jin menjawab ya, dan kembali berterima kasih atas batuannya.
Tapi, Si Jin mengklarifikasi nama pasien itu An Jung Joon, tapi Mo Yeon kembali bertanya apa tidak apa-apa jika Si Jin membuka nama orang Korea Utara itu.
Si Jin menjawab bahwa dia hanya ingin seseorang mengingat namanya.
“Khususnya seseorang yang berani sepertimu, Dr.Kang.”
Sementara itu, Min Ji memberitahu pasukan yang menjaga bahwa pasien An Jung Joon akan tidur nyenyak selama lima jam usai memberikan obat penghilang rasa sakit dan obat oenenang, tapi saat mereka telah keluar dan ruangannya sepi An Jung Joon tiba-tiba bangun.
Dia memalang pintu ruang kamarnya dengan besi infus dan ranjangnya, sementara Ahn Jung Goon memecahkan kaca jendela kamarnya dengan tabung pemadam api dan melompat ke ruang kamar yang lain.
Tapi, langkahnya terhenti karna Si Jin tiba-tiba saja muncul di depannya dengan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Kau mau kemana?”tanya Si Jin.
“Di Korea Selatan kau tak bisa keluar tanpa seizin dokter.”
“Minggir dari jalanku. Saya harus menyelesaikan misi ini.”
Si Jin mengingatkan bahwa besok pagi dia akan dibawa kembali ke Korea Utara, dan balik bertanya: “Apa hubunganmu dengan tuan Choi seburuk itu?”
“Saya memikirkan tentang alasan mengapa kau datang padaku. Alasan mengapa saya seorang teman dari tempat yang jauh adalah karna musuhmu adalah musuhku, kan?”
Sumber Dok Gambar: KBS 2TV
Comments
Post a Comment