Skip to main content

2. Tempat Terjauh

Tulisan ini dibuat untuk diikut sertakan dalam #WritingChallenge yang diadakan Kampus Fiksi dan BasaBasi Store hari kedua (12 Maret 2017)
"Jika suatu hari setelah kamu mencapai semua yang kamu inginkan, mendapat semua hal yang kamu butuhkan, kemana tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanyanya saat saya baru saja duduk di sebelahnya dengan sepiring kue cokelat.

"Aku?" saya bertanya lagi.

Dia mengangguk, memutar bola dunianya. "Aku rasa kamu memiliki berbagai tempat yang ingin kamu kunjungi."

"Paris?" ujarku.

"Semua wanita juga ingin ke Paris, yang lain lah."

"New York?" 

"Ngapain ke sana? Mau cari bule bermata biru?"

Saya tertawa "Mungkin."

"Jadi? Mau kemana?"

Saya menarik bola dunia dari jangkauannya, mencari kepulauan Maladewa, dan tersenyum puas ketika menemukannya. "Vaddho, wilayah Maladewa."

"Di pantai? Kamu bisa menemukannya di penjuru Indonesia."

"Pantai itu berbeda. Di sana, aku ingin melihat pantai bercahaya biru ketika malam."

"Iya kah?" 

Aku mengangguk "Terjadi karena ada biota laut yang bercahaya ketika malam, seperti bintang yang berkilauan di langit."

Dia tersenyum "Oke, nanti kalau ada waktu, ada uang, ada kesehatan, kita kesana."

"Kalau?"

"Iyalah, mana bisa ke sana kalau kita sibuk atau nggak punya modal, apalagi kalau sakit. Semua ada waktunya sayang."

Aku tersenyum sambil mengacungkan kelingkingku. "Pinky promise."

Dia tertawa "Pinky promise? Really? Oke. I'm promise to you, to my future woman, I will be work harder to make your dreams come true."

"Thankyou man. Love you." aku menggodanya.

"Cukup, hentikan gombalanmu. Kamu mirip cabe-cabean kalau begitu."

"But you like this."

"No, I like your heart, like your soul, not your sweet words." setelah itu dia mengecup rambutku sejenak. "Jadilah dirimu sendiri. Dalam melakukan apapun, kapanpun dan di manapun."

Jika hari ini kamu bekerja keras untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, suatu saat kamu pasti mendapatkannya. 

Comments

  1. Maladewa? Keren tuh. Ah, andai ditambah gambar biar makin jelas gitu hwhe. Jadi pengin ke sana juga :D


    btw, ditunggu kunjungan baliknya ya kak :D https://www.wattpad.com/384155172-asal-kamu-bahagia-2nd-tempat-terjauh kritik-saran ditunggu :) Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah iya. Bagus idenya kalau masukin gambar.
      Btw terima kasih sudah mampir.
      Siyapp, daku juga mau menjelajah hehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Advertisement

Surabaya, 24 Juli 2019. Hallo. Setelah sekian lama berhenti menulis, akhirnya saya datang kembali, namun datang dengan prospek usaha dari perusahaan dari tempat saya bekerja. Ini dia.. Jadi, perkenalkan, ini adalah mesin printer, yang bisa mencetak gambar di berbagai media pangan, contohnya kopi, jus, dan kue. Semua bisa dicetak dan dinikmati dengan tinta edible yang aman diminum dengan sertifikasi halal dari MUI dan aman dari BPOM. Karena masih pagi, jadi ijinkan saya salin dan tempel dari website perusahaan saya. https://www.coffee-printer.com Keuntungan menggunakan Coffee Printer untuk bisnis anda bisa anda temukan di  sini… ATTENTION . WANTO TO GIVE A BUZZ TO YOUR BUSINESS? Apakah anda punya  MASALAH  dengan  PERSAINGAN? Atau  PROSPEK EKONOMI  mengganggu bisnis anda? Mungkinkah sebuah peralatan yg inovatif seperti Coffee Printer yg anda perlukan? CONSIDER THIS IDEA! HADIRKAN IDE SEGAR  dan  KREATIF Manfa...

Author of the Week

Disini, saya ingin membicarakan tentang penulis-penulis yang "warbiyasah" Dan, untuk yang pertama kalinya saya mau membicarakan....... ETGAR KERET. Jadi, bapak Etgar Keret ini adalah penulis yang lahir di Ramat Gan, 20 agustus 1967. Si bapak ini juga terlahir sebagai anak ketiga dari pasangan yang selamat dari Holokaus (Holocaus adalah bencana pembunuhan orang yahudi yang didukung oleh nazi yang saat itu dipimpin Adolf Hitler. sumber :Wikipedia ) Kedua orang tuanya berasal dari Polandia. Dia tinggal di Tel Aviv dengan istrinya, Shira Geffen, dan putra mereka, Lev. Dia adalah seorang dosen di Ben-Gurion University of the Negev di Beer Sheva, dan di Tel Aviv University. Dia memegang kewarganegaraan ganda Israel dan Polandia Etgar Keret juga adalah satu-satunya penulis dari Israel yang bukunya boleh beredar di Palestina. Salah satu bukunya yang terkenal adalah The Seven Good Years yang terbit di tahun 2015: sebuah memoar yang humanis, cerkas, mengh...

Apa yang baru?

Surabaya, 27 Agustus 2020 Sudah beberapa waktu blog ini tidak terurus, dan saya berpikir "ini mau diapakan?"  Akhirnya hari ini saya obrak-abrik, pilih tema yang simpel tapi tetap cantik menurut saya, dan akhirnya jadi seperti ini; tenang, pastel dan tidak terlalu banyak warna.  Selamat datang kembali! xoxo, Inggridtyas