Skip to main content

4. Cinta?



Tulisan ini dibuat untuk diikut sertakan dalam #WritingChallenge yang diadakan Kampus Fiksi dan BasaBasi Store hari keempat (14 Maret 2017)




Love is? You.

Saya selalu tertawa jika ada yang berucap seperti itu. Bukan, bukan karena saya anti dengan cinta dan segala sihirnya, tapi saya lebih menyukai definisi cinta dengan perbuatan, bukan hanya sekedar ucapan.

Cinta, satu kata ajaib yang bisa menghilangkan semua rasa sakit, derita, dan kepedihan dalam hidup.

"Love you." ujarnya.

"Gombal." saya berpura mencomoohnya.

"Apanya yang gombal, kan memang begitu adanya. Sejak dulu aku selalu berkata bahwa aku mencintaimu, bukan hanya soal perkataan, tapi aku juga membuat perbuatan yang memang menunjukkan cinta itu sendiri."

Saya mengangguk, memilih memfokuskan perhatian saya ke situs musik streaming untuk memilih musik yang akan saya putar malam ini.


When I look into your eyes
It's like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
Well, there's so much they hold
And just like them old stars
I see that you've come so far
To be right where you are
How old is your soul?


Dia ikut bernyanyi mengikuti alunan lagu yang saya putar. "Sama seperti lagu itu, cinta adalah ketika kamu melihat seseorang seperti matahari terbit, seperti ketika kamu melihat bintang yang bersinar di malam gelap. Cinta selalu bisa membuatmu menampilkan dirimu yang sesungguhnya, tanpa perlu menjadi orang lain." Dia berkata.


Well, I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

"Dan kamu tidak akan menyerah pada hubungan kita, meskipun dunia menjadi lebih buruk dari sekarang, kamu akan selalu menjadi orang yang kuberikan seluruh apa yang kamu punya." Dia menambahkan.


And when you're needing your space
To do some navigating
I'll be here patiently waiting
To see what you find

"Lalu ketika kamu menginginkan waktu sendiri, kamu akan mendapatkannya, aku akan menunggu untuk melihatmu mendapatkan apa yang kamu mau." kini saya ikut menambahkan arti lirik yang terus berputar.


'Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We've got a lot to learn
God knows we're worth it
No, I won't give up

"Karena kita akan belajar bersama, ketika semua bintang hancur, kita akan tetap bersama." 


I don't wanna be someone who walks away so easily
I'm here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got, yeah, we got a lot at stake
And in the end, you're still my friend at least we did intend
For us to work we didn't break, we didn't burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I've got, and what I'm not, and who I am

"Aku tidak mau hanya menjadi sesorang yang singgah dihidupmu, aku akan ada di sini, tetap tinggal di hidupmu untuk membuat perubahan yang lebih baik untuk hidupmu, hidupku, dan hidup kita." Dia berkata dengan keyakinan.

"Masa?" saya menyanggahnya.

Dia mengangguk cepat "Iya lah, orang udah cinta mati begini aku."

Sekarang saya tertawa, cinta menurut saya adalah ketika saya merasa orang yang paling bodoh di dunia karena sudah mencintainya dan memilih untuk tetap menjadi bodoh selamanya asal bersamanya. "Kamu bodoh kalau cinta sama aku." ujar saya.

Dia tersenyum "I love you too."

Comments

Popular posts from this blog

2. Tempat Terjauh

Tulisan ini dibuat untuk diikut sertakan dalam #WritingChallenge yang diadakan Kampus Fiksi dan BasaBasi Store hari kedua (12 Maret 2017) "Jika suatu hari setelah kamu mencapai semua yang kamu inginkan, mendapat semua hal yang kamu butuhkan, kemana tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanyanya saat saya baru saja duduk di sebelahnya dengan sepiring kue cokelat. "Aku?" saya bertanya lagi. Dia mengangguk, memutar bola dunianya. "Aku rasa kamu memiliki berbagai tempat yang ingin kamu kunjungi." "Paris?" ujarku. "Semua wanita juga ingin ke Paris, yang lain lah." "New York?"  "Ngapain ke sana? Mau cari bule bermata biru?" Saya tertawa "Mungkin." "Jadi? Mau kemana?" Saya menarik bola dunia dari jangkauannya, mencari kepulauan Maladewa, dan tersenyum puas ketika menemukannya. "Vaddho, wilayah Maladewa." "Di pantai? Kamu bisa menemukannya di penju...

Menggantung impian - 3

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti #WritingChallenge yang diadakan Kmpus fiksi hari ketiga (20 januari 2017) Aku tahu, tidak semua mimpi bisa tercapai, aku juga tahu, seringkali kenyataan mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tapi tidak salah kan kita bermimpi? "Lagi mikir apa?"tanyanya yang baru datang dari kamar kecil di ballroom ini. Aku menggeleng, lalu tersenyum padanya, "Kamu kok ganteng banget sih malam ini? Mau ketemu mantan ya?" godaku. "Nggak lah, kan buat nemenin kamu ke kondangan, kamu kali yang ketemu mantan kamu." Aku terkekeh, "Iya, dia kok tambah ganteng ya setelah putus dari aku?" Kulihat dia mendecak, "Mau bahas mantan ini jadinya?" "Terserah kamu, aku oke aja." candaku. "Iya iya, yang mantannya seganteng Rio Dewanto." Aku pura-pura mengangguk antusias "Kenapa ya aku dulu lebih milih kamu daripada dia?" "Kamu lagi migren dulu kali, maka...

Apa yang baru?

Surabaya, 27 Agustus 2020 Sudah beberapa waktu blog ini tidak terurus, dan saya berpikir "ini mau diapakan?"  Akhirnya hari ini saya obrak-abrik, pilih tema yang simpel tapi tetap cantik menurut saya, dan akhirnya jadi seperti ini; tenang, pastel dan tidak terlalu banyak warna.  Selamat datang kembali! xoxo, Inggridtyas