Skip to main content

Review: Cupcakes at Carrington's

Cupcakes at Carrington's Cupcakes at Carrington's by Alexandra Brown
My rating: 3 of 5 stars

Akhirnya selesai! tepat 14 hari! Membaca buku terjemahan tidak selalu mudah, selain masih asing dengan genre sebuah nama *apalah* sampai latar kotanya.

First, jangan baca ini ketika kamu lagi pengen red velvet, cupcake atau makanan lucu lainnya- oh I miss them. *abaikan* Sedikit nggak 'ngeh' dengan nama si tokoh utama Georgie *aku kira lakik Inggris ganteng macam abangs sayangs Calvin Harris* ternyata perempuan.

When I read about Georgie, I was thinking : Yeah, nobody's perfect, Georgie si pramuniaga paling berprestasi di Carrington yang mempunyai hubungan buruk with her dad and her past.

Second, ih culas banget sih Maxinne, si model yang rela melakukan anything for her life like a jetset socialita (with Prada dressor Bulberry bag and blah blah blah.) ini buku yang keliatan banget Bullying di tempat kerja. Apalagi si Maxine ini 'pengawas' a.ka pacar gelap si bos.

Oh ada juga Tina si tukang nyinyir sepanjang masa yang akhirnya kena batunya. Yesss!

Third, ada dua cowok yang 'katanya' naksir si Georgie, yes! he is Tom and James, I love James for his intuition. But, with Tom? oh kayanya aku bayanginnya ini macam Sam Claffin yang rapi tapi unyu-unyu dan kalau ketawa pipinya bikin meleleh.

James is a marriage man, and the end, he still loved his wife, padahal pernikahan mereka sudah disidang di pengadilan agama kayanya. Dan dia jujur sama Georgie bahwa mereka akan menjadi sahabat. Forever.

Sam? *ini juga kikira lakik yang doyan bikin kue awalnya* si pemilik cafe di atas bangunan Carrington ini macam sahabatable banget, Eddie juga, I sad when I read on part her dad;Alfie when he died.

In the end, everything will be ok, bagaimana deg-degannya Georgie saat dia yang punya hutang yang hampir mencekik dirinya,terus jual kalung'selundupan' dari Malikov si pengusaha Rusia, lalu cicilan hipotek dan usahanya melepaskan diri dari Maxine akhirnya berhasil, akan selalu ada jalan lah ya pokoknya.

Dan, jangan lupakan kalau bakal ada kejutan dari Tom! Ihiyyy...

Spoiler? no! Baca sendiri, tapi baca buku aseli ya? jangan bajakan.

#Reader
Thankyou.
inggridtyas.


View all my reviews

Comments

Popular posts from this blog

Advertisement

Surabaya, 24 Juli 2019. Hallo. Setelah sekian lama berhenti menulis, akhirnya saya datang kembali, namun datang dengan prospek usaha dari perusahaan dari tempat saya bekerja. Ini dia.. Jadi, perkenalkan, ini adalah mesin printer, yang bisa mencetak gambar di berbagai media pangan, contohnya kopi, jus, dan kue. Semua bisa dicetak dan dinikmati dengan tinta edible yang aman diminum dengan sertifikasi halal dari MUI dan aman dari BPOM. Karena masih pagi, jadi ijinkan saya salin dan tempel dari website perusahaan saya. https://www.coffee-printer.com Keuntungan menggunakan Coffee Printer untuk bisnis anda bisa anda temukan di  sini… ATTENTION . WANTO TO GIVE A BUZZ TO YOUR BUSINESS? Apakah anda punya  MASALAH  dengan  PERSAINGAN? Atau  PROSPEK EKONOMI  mengganggu bisnis anda? Mungkinkah sebuah peralatan yg inovatif seperti Coffee Printer yg anda perlukan? CONSIDER THIS IDEA! HADIRKAN IDE SEGAR  dan  KREATIF Manfa...

Author of the Week

Disini, saya ingin membicarakan tentang penulis-penulis yang "warbiyasah" Dan, untuk yang pertama kalinya saya mau membicarakan....... ETGAR KERET. Jadi, bapak Etgar Keret ini adalah penulis yang lahir di Ramat Gan, 20 agustus 1967. Si bapak ini juga terlahir sebagai anak ketiga dari pasangan yang selamat dari Holokaus (Holocaus adalah bencana pembunuhan orang yahudi yang didukung oleh nazi yang saat itu dipimpin Adolf Hitler. sumber :Wikipedia ) Kedua orang tuanya berasal dari Polandia. Dia tinggal di Tel Aviv dengan istrinya, Shira Geffen, dan putra mereka, Lev. Dia adalah seorang dosen di Ben-Gurion University of the Negev di Beer Sheva, dan di Tel Aviv University. Dia memegang kewarganegaraan ganda Israel dan Polandia Etgar Keret juga adalah satu-satunya penulis dari Israel yang bukunya boleh beredar di Palestina. Salah satu bukunya yang terkenal adalah The Seven Good Years yang terbit di tahun 2015: sebuah memoar yang humanis, cerkas, mengh...

Apa yang baru?

Surabaya, 27 Agustus 2020 Sudah beberapa waktu blog ini tidak terurus, dan saya berpikir "ini mau diapakan?"  Akhirnya hari ini saya obrak-abrik, pilih tema yang simpel tapi tetap cantik menurut saya, dan akhirnya jadi seperti ini; tenang, pastel dan tidak terlalu banyak warna.  Selamat datang kembali! xoxo, Inggridtyas