Skip to main content

Surat Cinta dari Ayah - @Storial



Aku sedang memandang kearah hujan yang turun dengan derasnya dari jendela kamarku, Hujan selalu mengingatkanku kepada seseorang yang berarti.

“Kamu kenapa?” tanya mama yang tiba-tiba masuk ke kamarku.

Aku menggeleng “Nggak ma.”

Kemudian pandangan mama berpindah ke pangkuanku, disana ada foto lama keluarga kami ketika merayakan ulang tahunku.

“Kamu kangen ayah ya?” tanya mama dengan lembut.

Aku mengangguk sambil membelai foto itu. "Ma, Kinara mau kerumah ayah, minta ijin sama ayah." ujarku pada mama.

Sesaat mama terdiam, pandangannya mengabur, pikirannya kurasa menghilang.

Aku memegang tangan perempuan yang telah melahirkanku itu "Ma, bagaimanapun hubungan kita sama ayah beliau tetap ayah kandung Kinara, kalau mama punya masalah sama ayah itu masalah kalian, Kinara nggak berhak ikut campur walaupun Kinara anak mama sama ayah." kataku lalu menghembuskan nafas "Kinara sebentar lagi menikah, dan Kinara mau ayah yang jadi wali Kinara, karena memang dialah yang paling berhak menikahkan Kinara dan Bram."

Mama mulai terisak, aku tahu beliau masih mencintai ayah, mereka berdua saling mencintai. yang aku tidak tahu adalah mengapa mereka berpisah dan ayah yang pergi dari rumah kami.

"Ma, boleh ya Kinara pergi?"

Akhirnya mama mengangguk pelan "Temui ayahmu, beliau juga pasti bahagia melihatmu bahagia." katanya, lalu aku memeluk ibuku, ibu terhebat di dunia, ibu yang mampu membesarkanku seorang diri tanpa ada pendamping disisinya.





Silahkan baca kelanjutannya di : http://www.storial.co/book/surat-cinta-dari-ayah

Comments

Popular posts from this blog

2. Tempat Terjauh

Tulisan ini dibuat untuk diikut sertakan dalam #WritingChallenge yang diadakan Kampus Fiksi dan BasaBasi Store hari kedua (12 Maret 2017) "Jika suatu hari setelah kamu mencapai semua yang kamu inginkan, mendapat semua hal yang kamu butuhkan, kemana tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanyanya saat saya baru saja duduk di sebelahnya dengan sepiring kue cokelat. "Aku?" saya bertanya lagi. Dia mengangguk, memutar bola dunianya. "Aku rasa kamu memiliki berbagai tempat yang ingin kamu kunjungi." "Paris?" ujarku. "Semua wanita juga ingin ke Paris, yang lain lah." "New York?"  "Ngapain ke sana? Mau cari bule bermata biru?" Saya tertawa "Mungkin." "Jadi? Mau kemana?" Saya menarik bola dunia dari jangkauannya, mencari kepulauan Maladewa, dan tersenyum puas ketika menemukannya. "Vaddho, wilayah Maladewa." "Di pantai? Kamu bisa menemukannya di penju...

Menggantung impian - 3

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti #WritingChallenge yang diadakan Kmpus fiksi hari ketiga (20 januari 2017) Aku tahu, tidak semua mimpi bisa tercapai, aku juga tahu, seringkali kenyataan mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tapi tidak salah kan kita bermimpi? "Lagi mikir apa?"tanyanya yang baru datang dari kamar kecil di ballroom ini. Aku menggeleng, lalu tersenyum padanya, "Kamu kok ganteng banget sih malam ini? Mau ketemu mantan ya?" godaku. "Nggak lah, kan buat nemenin kamu ke kondangan, kamu kali yang ketemu mantan kamu." Aku terkekeh, "Iya, dia kok tambah ganteng ya setelah putus dari aku?" Kulihat dia mendecak, "Mau bahas mantan ini jadinya?" "Terserah kamu, aku oke aja." candaku. "Iya iya, yang mantannya seganteng Rio Dewanto." Aku pura-pura mengangguk antusias "Kenapa ya aku dulu lebih milih kamu daripada dia?" "Kamu lagi migren dulu kali, maka...

Apa yang baru?

Surabaya, 27 Agustus 2020 Sudah beberapa waktu blog ini tidak terurus, dan saya berpikir "ini mau diapakan?"  Akhirnya hari ini saya obrak-abrik, pilih tema yang simpel tapi tetap cantik menurut saya, dan akhirnya jadi seperti ini; tenang, pastel dan tidak terlalu banyak warna.  Selamat datang kembali! xoxo, Inggridtyas