Skip to main content

Liefdesgeschiedenis - All Of Me (1)

Tulisan ini saya tulis karena mengikuti Writing Challenge yang diadakan Storial.co dan Dapur Cokelat (tapi gagal menang) jadi saya tulis ulang di sini. 

Btw, di lomba ini ada 14 judul berbeda-setiap hari berbeda. dan saya membuatnya berurutan sehingga jadi sebuah cerita pendek yang bersambung ☺☺

Happy reading.





“Lagi mikirin apa?” tanyanya mengagetkanku.

Aku menoleh pada asal suara, lalu menggeleng setelah melihat wajah penasaran pria itu. “Nggak pa-pa.”

Pria itu masih menunjukkan wajah penasaran “Mikirin aku ya?”

“Pede banget kamu mas, siapa juga yang mikirin tukang gambar yang kerjanya nggak kenal waktu. aku mulai menggerutu "Biasanya sih aku mikir orang lain kalau kamu lagi sibuk sama duniamu."

“Kan aku tukang gambar favoritmu. Tukang gambar paling ganteng yang jatuh cinta sama kamu.” dia mulai mengeluarkan jurus andalannya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.-membual. 

“Ih, gombal kamu.”

“Biarin, yang penting mbak dokter suka sama mas tukang gambar.” Ia terkekeh.

“Mana cokelat pesenan aku?”

“Memang kamu pesan cokelat? Kapan?”

“Nggak baca chatku yang terakhir?”

Dia merogoh celana jeans gelapnya, mengambil ponsel hitam yang setia menemaninya. “Sorry, nggak kebaca, kan lagi nyetir.” 

“Alasan.” aku menggerutu.

“Yaudah, yaudah, mau cari dimana?”

Aku mengangkat bahu.

“Nih ya, orang dianya yang pengen, tapi juga nggak ngerti mau cari dimana. Lagi PMS mbak?” katanya "Aku di jalan mana pernah main hape kalau nggak telepon."

“Nggak lucu tau, udah nggak kepengen lagi.”

“Duh gusti, kalau dia hamil jangan sampai nyusahin bapak si jabang bayinya. Kasihani hamba Ya Allah.” Pria itu berakting menjadi pria yang disakiti di depanku.

Akhirnya aku terkekeh “Yasudah, cari calon istri lain aja.”

“Ih kok ngambek gini? Migrennya kumat lagi ya mbak? Mana yang sakit?” kini dia memeriksa kepalaku seperti seorang dokter.

“Mas ih.” kini aku tertawa menolak tangannya yang mulai menggelitik di leherku. “Nggak ngambek deh.” Ujarku masih sambil tertawa.

Dia mengecup pipiku sekilas untuk mengakhiri serbuan mautnya “Masih mau cokelat? Ayo aku antar cari cokelat.”

“Nggak usah, kamu udah disini dan aku males keluar. Sudah makan? Gimana proyeknya?”

“Proyek oke, cuma mungkin aku bakal lebih sering ke lokasi karena bos minta aku stay disana.” Jawabnya “Belum makan, kamu masak apa hari ini?”

Aku mengangguk-angguk paham “Cuma bikin ayam balado. Mau?”

Dia mengangguk antusias, lalu berdiri dari kursinya, berjalan menuju dapur kecil apartemenku.
Aku menggeleng melihat bagaimana antusias pria itu ketika makan, entah karena memang di lokasi proyek ia kesulitan mencari waktu untuk makan atau karena memang dia gemar makan.

“Cokelatnya ada di tas aku, buka aja.” ujarnya dari dapur.

Aku mengalihkan pandanganku dari televisi menuju tas ransel pria itu yang ada di sampingku, membuka bagian terbesar dan menemukan satu kotak cokelat dengan pesan tertempel diatasnya.

Cause all of me, loves all of you.
Dari tukang gambar yang dibutakan cinta dokter anak.

Aku tertawa setelah membaca pesan itu, lalu berlari menuju dirinya yang sedang menuang sirup di depan lemari es. Memeluk punggung kokohnya “ I love you too tukang gambarku.”

Dia tertawa "Udah deh, laper nih saya bu dok, kalau mau meluk-meluk gini tunggu tahun depan ya? Biar disah-in dulu sama bapak." ujarnya "Menurutku cuma ada dua hal yang paling manis yaitu cokelat dan senyumanmu. All I need is you."

#DapurCokelat - All Of Me



Comments

Popular posts from this blog

Advertisement

Surabaya, 24 Juli 2019. Hallo. Setelah sekian lama berhenti menulis, akhirnya saya datang kembali, namun datang dengan prospek usaha dari perusahaan dari tempat saya bekerja. Ini dia.. Jadi, perkenalkan, ini adalah mesin printer, yang bisa mencetak gambar di berbagai media pangan, contohnya kopi, jus, dan kue. Semua bisa dicetak dan dinikmati dengan tinta edible yang aman diminum dengan sertifikasi halal dari MUI dan aman dari BPOM. Karena masih pagi, jadi ijinkan saya salin dan tempel dari website perusahaan saya. https://www.coffee-printer.com Keuntungan menggunakan Coffee Printer untuk bisnis anda bisa anda temukan di  sini… ATTENTION . WANTO TO GIVE A BUZZ TO YOUR BUSINESS? Apakah anda punya  MASALAH  dengan  PERSAINGAN? Atau  PROSPEK EKONOMI  mengganggu bisnis anda? Mungkinkah sebuah peralatan yg inovatif seperti Coffee Printer yg anda perlukan? CONSIDER THIS IDEA! HADIRKAN IDE SEGAR  dan  KREATIF Manfa...

Apa yang baru?

Surabaya, 27 Agustus 2020 Sudah beberapa waktu blog ini tidak terurus, dan saya berpikir "ini mau diapakan?"  Akhirnya hari ini saya obrak-abrik, pilih tema yang simpel tapi tetap cantik menurut saya, dan akhirnya jadi seperti ini; tenang, pastel dan tidak terlalu banyak warna.  Selamat datang kembali! xoxo, Inggridtyas

2. Tempat Terjauh

Tulisan ini dibuat untuk diikut sertakan dalam #WritingChallenge yang diadakan Kampus Fiksi dan BasaBasi Store hari kedua (12 Maret 2017) "Jika suatu hari setelah kamu mencapai semua yang kamu inginkan, mendapat semua hal yang kamu butuhkan, kemana tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanyanya saat saya baru saja duduk di sebelahnya dengan sepiring kue cokelat. "Aku?" saya bertanya lagi. Dia mengangguk, memutar bola dunianya. "Aku rasa kamu memiliki berbagai tempat yang ingin kamu kunjungi." "Paris?" ujarku. "Semua wanita juga ingin ke Paris, yang lain lah." "New York?"  "Ngapain ke sana? Mau cari bule bermata biru?" Saya tertawa "Mungkin." "Jadi? Mau kemana?" Saya menarik bola dunia dari jangkauannya, mencari kepulauan Maladewa, dan tersenyum puas ketika menemukannya. "Vaddho, wilayah Maladewa." "Di pantai? Kamu bisa menemukannya di penju...