Skip to main content

Review: divortiare

divortiare divortiare by Ika Natassa
My rating: 4 of 5 stars

And I know why people loved Beno.
Belum telat kan kalau jadi penggemar kesekiannya Beno?
Bukan hal tabu lagi sih bicara soal per-cerai-an. Itu bisa terjadi sama siapa aja, di mana aja, dan apapun sebabnya, termasuk kesibukan masing-masing yang ditulis di sini hingga mereka memutuskan untuk berpisah, walaupun cinta mereka tuh ya kaya cintanya Ale-nyaAnya.
Namanya juga cinta, deritanya tiada akhir #SalahQuotes
Btw, ini buku kedua dari kak ika yang aku baca dan masih aja jatuh cinta sama cara kak Ika bercerita, like kita belum tentu harus mengalami terlebih dahulu saat mendapat pelajaran tentang suatu hal.
Oh, oke, aku mau beli lanjutannya Beno-Alexandra dulu.

View all my reviews

Comments

Popular posts from this blog

2. Tempat Terjauh

Tulisan ini dibuat untuk diikut sertakan dalam #WritingChallenge yang diadakan Kampus Fiksi dan BasaBasi Store hari kedua (12 Maret 2017) "Jika suatu hari setelah kamu mencapai semua yang kamu inginkan, mendapat semua hal yang kamu butuhkan, kemana tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanyanya saat saya baru saja duduk di sebelahnya dengan sepiring kue cokelat. "Aku?" saya bertanya lagi. Dia mengangguk, memutar bola dunianya. "Aku rasa kamu memiliki berbagai tempat yang ingin kamu kunjungi." "Paris?" ujarku. "Semua wanita juga ingin ke Paris, yang lain lah." "New York?"  "Ngapain ke sana? Mau cari bule bermata biru?" Saya tertawa "Mungkin." "Jadi? Mau kemana?" Saya menarik bola dunia dari jangkauannya, mencari kepulauan Maladewa, dan tersenyum puas ketika menemukannya. "Vaddho, wilayah Maladewa." "Di pantai? Kamu bisa menemukannya di penju...

Menggantung impian - 3

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti #WritingChallenge yang diadakan Kmpus fiksi hari ketiga (20 januari 2017) Aku tahu, tidak semua mimpi bisa tercapai, aku juga tahu, seringkali kenyataan mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tapi tidak salah kan kita bermimpi? "Lagi mikir apa?"tanyanya yang baru datang dari kamar kecil di ballroom ini. Aku menggeleng, lalu tersenyum padanya, "Kamu kok ganteng banget sih malam ini? Mau ketemu mantan ya?" godaku. "Nggak lah, kan buat nemenin kamu ke kondangan, kamu kali yang ketemu mantan kamu." Aku terkekeh, "Iya, dia kok tambah ganteng ya setelah putus dari aku?" Kulihat dia mendecak, "Mau bahas mantan ini jadinya?" "Terserah kamu, aku oke aja." candaku. "Iya iya, yang mantannya seganteng Rio Dewanto." Aku pura-pura mengangguk antusias "Kenapa ya aku dulu lebih milih kamu daripada dia?" "Kamu lagi migren dulu kali, maka...

Berlawanan - 8

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti #WritingChallenge yang diadakan oleh Kampus fiksi hari ke delapan (25 Januari 2016) Suatu malam, diatas tempat makan berlatar bintang. "Kenapa?" tanyaku saat menemukan lelaki de depanku menatapku. Pria itu menggeleng "Nggak." "Kok ngelihatnya gitu?" "Kamu sadar nggak kalau kamu itu sebenarnya berbeda dari apa yang orang lain katakan?" tanyanya. "Maksudnya?" "Ya begitu, kata orang kamu itu cuek, tapi sekarang aku bisa yakin kalau itu salah." "Terus aku gimana?" desakku. "Kamu itu keibuan." ia tersenyum. "Kadang kan memang pendapat orang lain berbeda tentang kita. Aku memang cuek tapi ya aku mengerti kapan harus bersikap layaknya wanita dewasa." Ia mengangguk, "Menurutmu, apalagi perkataan orang lain tapi berlawanan dengan diri kamu sendiri?" "Kan kamu yang bisa melihat perbedaan itu." ela...