Skip to main content

How are you? I am fine, but.


"Are you OK?" In the morning, my bf asked me this.
I stopped work on my desk, and I thinking, What if I am not ok? 
What if We're not ok?

Why adulting is so hard?
For me, it’s really hard.
Until I fell tired of everything.
And anything.

People said, everything will be alright, maybe yesterday is a bad day, but your life is a good life.

Ada alasan kenapa kamu diciptakan, dan menyadari bahwa salah satu alasan itu adalah untuk melengkapi hidup orang lain membuat saya takut.

Apa saya pantas untuk melengkapi hidup orang lain? Atau dengan jahat saya berpikir, hidup siapa yang lebih buruk dari saya dan meminta Tuhan untuk saya lengkapi hidupnya?

Sesungguhnya, saya lelah.

Saya lelah berpura-pura bahagia, lelah tersenyum di depan orang lain walau saya tidak mau.

Saya lelah memakai topeng yang mempercayai hidup saya lebih bahagia dari hidup mereka.

Bullshit.
Nyatanya, saya tidak sebahagia itu.
Nyatanya, saya tidak seistimewa itu.
Nyatanya, saya hampir setiap waktu menyesali semua langkah yang saya ambil.

Mungkin, memang banyak hal yang membahagiakan di hidup saya, tapi orang tidak pernah berpikir bahwa satu kali saya merasa bahagia harus dibayar dengan sepuluh kali saya menangis, kecewa menyesal dan tertekan.

Selalu begitu.

Saya tidak pernah berpikir sebelumnya, bahwa saya akan dilahirkan dengan jalan ini, dengan banyak batuan lancip yang akan saya sandung tanpa memakai alas kaki, banyak jarum yang menancap pada badan saya yang telanjang, dan juga betapa teriknya matahari yang akan menimpa tubuh saya,

Berat.

Itu yang saya rasakan, mungkin kamu juga merasakan.

Saya menyukai cerita drama romantis dari banyak tokoh fiksi, saya bisa menjadi banyak tokoh itu ketika membacanya.

Tapi setelah selesai membaca? Saya harus kembali memakai topeng yang mungkin sudah retak sana-sini, mungkin juga beberapa kali jatuh dan pecah.

I’m  exhausted from trying to be stronger than I feel.



Comments

Popular posts from this blog

Advertisement

Surabaya, 24 Juli 2019. Hallo. Setelah sekian lama berhenti menulis, akhirnya saya datang kembali, namun datang dengan prospek usaha dari perusahaan dari tempat saya bekerja. Ini dia.. Jadi, perkenalkan, ini adalah mesin printer, yang bisa mencetak gambar di berbagai media pangan, contohnya kopi, jus, dan kue. Semua bisa dicetak dan dinikmati dengan tinta edible yang aman diminum dengan sertifikasi halal dari MUI dan aman dari BPOM. Karena masih pagi, jadi ijinkan saya salin dan tempel dari website perusahaan saya. https://www.coffee-printer.com Keuntungan menggunakan Coffee Printer untuk bisnis anda bisa anda temukan di  sini… ATTENTION . WANTO TO GIVE A BUZZ TO YOUR BUSINESS? Apakah anda punya  MASALAH  dengan  PERSAINGAN? Atau  PROSPEK EKONOMI  mengganggu bisnis anda? Mungkinkah sebuah peralatan yg inovatif seperti Coffee Printer yg anda perlukan? CONSIDER THIS IDEA! HADIRKAN IDE SEGAR  dan  KREATIF Manfa...

Author of the Week

Disini, saya ingin membicarakan tentang penulis-penulis yang "warbiyasah" Dan, untuk yang pertama kalinya saya mau membicarakan....... ETGAR KERET. Jadi, bapak Etgar Keret ini adalah penulis yang lahir di Ramat Gan, 20 agustus 1967. Si bapak ini juga terlahir sebagai anak ketiga dari pasangan yang selamat dari Holokaus (Holocaus adalah bencana pembunuhan orang yahudi yang didukung oleh nazi yang saat itu dipimpin Adolf Hitler. sumber :Wikipedia ) Kedua orang tuanya berasal dari Polandia. Dia tinggal di Tel Aviv dengan istrinya, Shira Geffen, dan putra mereka, Lev. Dia adalah seorang dosen di Ben-Gurion University of the Negev di Beer Sheva, dan di Tel Aviv University. Dia memegang kewarganegaraan ganda Israel dan Polandia Etgar Keret juga adalah satu-satunya penulis dari Israel yang bukunya boleh beredar di Palestina. Salah satu bukunya yang terkenal adalah The Seven Good Years yang terbit di tahun 2015: sebuah memoar yang humanis, cerkas, mengh...

Apa yang baru?

Surabaya, 27 Agustus 2020 Sudah beberapa waktu blog ini tidak terurus, dan saya berpikir "ini mau diapakan?"  Akhirnya hari ini saya obrak-abrik, pilih tema yang simpel tapi tetap cantik menurut saya, dan akhirnya jadi seperti ini; tenang, pastel dan tidak terlalu banyak warna.  Selamat datang kembali! xoxo, Inggridtyas